Rabu, 23 September 2015

Teaser poster terbaru serial 'Agent of S.H.I.E.L.D.S' dan 'The Flash'



 
Beberapa tahun terakhir ini, serial TV dunia diramaikan dengan beberapa judul film bergenre Komik-Superhero. Sebut saja: Arrow dan the Flash tayang di CW, Gotham tayang di FOX, Agent of S.H.I.E.L.D  dan Agent Carter tayang di ABC, serta Daredevilyang tayang di Netflix. Belum lagi serial baru seperti: Jessica Jones di Netflix, Supergirldi CBS, serta Legends of Tomorrow di CW, dan yang akan tayang yaitu Marvel’s Most Wanted di Channel ABC.


Khusus serial Agent of S.H.I.E.L.D.S  yang memasuki season 3, nantinya akan melanjutkan kisah season sebelumnya yang menceritakan tentang alur kisah inhumans(istilah untuk manusia dengan kekuatan dan kemampuan super) sekaligus awal mula terbentuknya ‘The Secret Warriors’. Sedangkan serial superhero lainnya, The Flash, juga akan melanjutkan akhir kisah season 1 dengan mengangkat kisah Multiverse dan  beberapa tambahan karakter di Season 2, dan baru-baru ini poster terbaru untuk kedua serial TV itu telah dirilis untuk menyambut Season terbaru mereka.

Akun twitter resmi ‘Agents of S.H.I.E.L.D telah merilis poster terbaru dari season 3 yang tayang perdana minggu depan yang masih menampilkan agent Phil Coulson (Clark Gregg). Dikisahkan bahwa Tim baru S.H.I.E.L.D nantinya akan memburu para ‘inhumans’ yang sudah terdata di Terrigen Crystalsdiakhir season 2 kemarin, disamping itu, organisasi lainnya bernama ATCU juga akan memburu para ‘inhumans’ tersebut.
Poster 'Agent of S.H.I.E.L.D.S' season-3
Berdasarkan plot cerita season terbarunya nanti yang akan mengambil tema perburuan para inhumans maka kemungkinan fokus film ini nantinya ada pada tokoh Daisy Johnson a.k.a Quake (Chloe Bennet), yang gambar tangannya ditampilkan sedang menghancurkan logo S.H.I.E.L.D. Setelah berhasil mengetahui jati dirinya sebagai seorang inhumansdi season 2, Daisy nantinya akan membantu Coulson memimpin The Secret Warriors di season 3, dengan kostum terbarunya yang dibuat mirip dengan kostum Black Widow(The Avengers).

 Akun Twitter resmi ‘The Flash’, juga tidak mau ketinggalan dengan merilis poster terbaru mereka untuk season ke-2, yang premiere-nya akan tayang dua minggu lagi di channel CW, dengan mengusung tagline “You’re getting warmer”. Season terbaru The Flash bakal menghadirkan dua hero baru yaitu Jay Garrick (Teddy Sears) dan Wally West (Keiynan Lonsdale). Plus tokoh penjahat yaitu: Zoom (Tony Todd) dan Atom Smasher (Adam “edge” Copeland) yang akan bertarung di Central City.
Poster terbaru 'The Flash' season 2
Poster season ke-2 kali ini menampilkan lebih detail sosok Barry Allen (Grant Gustin) dengan kostum The Flash terbarunya yang sebelumnya sudah ditampilkan di ajang Comic-Con International di San Diego. Selain emblem putih di dadanya, kostum The Flash masih terlihat sama dengan yang sebelumnya. Tapi yang mesti digaris bawahi dari poster the Flash ini ialah efek asap pada kostumnya. Ini bisa menggambarkan kekuatan The Flash yang terbaru, dimana bisa kita lihat di Season-2, cahaya kuning saat ia berlari sudah bernuansa biru. Nah, untuk lebih jelasnya kita tunggu saja penayangannya nanti.

Agents of S.H.I.E.L.D.season 3 premiere tayang pada Selasa, 29 September di ABC, The Flash season 2 premiere tayang pada Selasa, 6 Oktober di ET; Arrow season 4 pada hari Rabu 7  Oktober di ET; dan Legends of Tomorrow tayang di tahun 2016. (MY).

Selasa, 22 September 2015

Sambal Cumi Pete ( Dried baby squid in Chilli and Tomato sauce)



Seperti sambal-sambal lainnya, sambal cumi ini pada dasarnya bumbunya sama. Yang membuat istimewa adalah bahan utamanya yaitu cumi kering, yang tidak mudah dijumpai, hanya dibeberapa tempat saja. Berastagi supermarket ada menjualnya begitu juga di pasar beruang.

Banyak yang menanyakan cara memasak cumi kering ini. Dibawah ini dijelaskan cara memasaknya. Cumi kering sebaiknya jangan digoreng sebelum dimasak, selain akan meletus-letus seperti petasan kecil cumi juga akan menjadi liat.

Saya menyambal cumi ini dengan pete, walau saya sendiri tidak memakan pete, tapi saya memasak untuk teman-teman yang memang sangat menyukainya, ini membuat sambal semakin populer.

Bahan - Bahan / Ingredients

250 gr cumi asin kecil
250 gr dried baby squid

2 sdt gula atau secukupnya
2 tsp sugar or to taste

50 gr pete, potong 4 - 6
50 gr stinky beans, cut in sma pieces

Garam secukupnya
Salt to taste

Minyak untuk menumis
Oil for sautéing

1 Jeruk nipis (optional)
1 Lemon or lime juice (optional)

Bumbu giling, the paste

70 gr bawang merah
70 gr  shallots

3 bawang putih
3 cloves garlic

10  cabe merah, atau secukupnya
10  red chilli, or to taste

10 cabe rawit
10 eye birds chilli

2 large tomatoes
2  tomat besar

Cara Memasak / preparations

Cuci bersih cumi,  rendam dalam air selama 30 menit, supaya agak lunak dan menurangi rasi asin, kemudian tiriskan
Rinse the dried baby squid, soak in water for 30 minutes, this is to softened the squid and to reduce the salt. Drain well

Tumis bumbu giling sampai harum dan minyak mulai memisah
In a wok sauce the paste until fragrant and the oil start to separate

Masukkan cumi dan aduk-aduk, beri sedikit air supaya tidak terlalu kering, jangan dimasak terlalu lama, cumi akan mengeras
Put the dried squid, stir constantly, add some water if necessary to avoid it drying, do not over cooked, the squid will be chewy.


Masukkan potongan pete, beberapa saat sebelum sambal matang, jangan terlalu lama dimasak, supaya pete masih tetap hijau dan renyah, rasanyanyapun akan lebih enak
A few minutes before the samba is ready, add in the stinky beans, keep the stinky beans colour green and crunchy, you’ll get the maximum flavour..

Siap dihidangkan sebagai lauk dengan nasi hangat atau teman hidangan lainnya
Ready to serve with, warm steam rice, or as side dish.



Kamis, 03 September 2015

Pria ini sendirian mencegah terjadinya Perang Nuklir Dahsyat pada 1983



atas jasanya, 26 Septermber diperingati sebagai 'Petrov Day'

Sejak tahun 1945 hingga 1990, Dunia berada dalam kecemasan akan terjadinya Perang Nuklir antara Uni-Soviet dan Amerika Serikat. Kedua negara adidaya tersebut masing-masing memiliki gudang senjata nuklir yang siap ditembakkan kapan saja. Mereka yang diberi tugas mengendalikan dan mengoperasikan senjata nuklir itu adalah orang-orang yang sangat terlatih dan wajib mengikuti alur komando yang telah ditetapkan. Jika perintah sudah dikeluarkan, tak ada alasan bagi mereka untuk tidak melaksanakannya. Mereka harus segera menembakkan senjata nuklir, tanpa mesti bertanya lagi.

Akan tetapi, bagaimana jika alarm mereka salah mendeteksi peluru nuklir musuh yang datang karena adanya kesalahan pada sistem radar? Pantaskah orang-orang ini beralasan kalau mereka tak sengaja memulai perang nuklir cuma karena gangguan pada perangkat teknologi?. Nah, pada 1983, kejadian seperti itu hampir saja terjadi di negara Uni-Soviet, namun untungnya berhasil dicegah oleh pria satu ini.


Pada malam, 23 September 1983, Letnan Kolonel Stanislav Petrov tengah bertugas di bunker  Serpukhov-15, diluar kota Moscow.
Rudal yang terdeteksi oleh radar Unisoviet
Bunker khusus ini ternyata berfungsi sebagai Pusat komando Peringatan Awal terhadap serangan rudal nuklir dari luar. Pada waktu itu, menjelang tengah malam, komputer milik Petrov tiba-tiba mendeteksi sebuah rudal antar benua, yang sedang mengarah ke Uni-Soviet. Dalam situasi seperti itu, berdasarkan latihan yang diterima Petrov selama ini, ia mesti melaporkan hal tersebut pada atasannya. Dimana bisa dipastikan perintah selanjutnya adalah melakukan serangan rudal nuklir balasan.

Namun saat itu, Petrov menyimpulkan bahwa itu hanyalah kesalahan alarm radar.
Fallout Shelter, tempat perlindungan terhadap serangan nuklir
Petrov dan rekannya telah diajarkan bahwa jika suatu ketika Amerika Serikat menyerang mereka, pastilah serangannya berupa ratusan rudal yang diluncurkan secara bersamaan. Melihat pada saat itu cuma satu rudal yang terdeteksi, maka Petrov merasa ada yang aneh. Mereka juga tahu, bahwa ratusan serangan rudal mampu melumpuhkan kemampuan mereka untuk melakukan serangan balasan, namun jika hanya satu serangan rudal, maka itu takkan sampai merusak sistem pertahanan Uni-Soviet. Berdasarkan logika itulah, Petrov lalu menyimpulkan kalau telah terjadi kesalahan pada sistem alarm radar mereka.

Beberapa saat setelah itu, lagi-lagi komputer Petrov mendeteksi ada empat serangan rudal yang menuju Uni-Soviet, yang kemudian mereka simpulkan lagi sebagai kesalahan sistem alarm.
Kira-kira seperti inilah jika Bom Nuklir dijatuhkan
Petrov akhirnya menemukan jawaban atas kesalahan alat deteksi rudal itu dimana disebabkan oleh tidak sejajarnya ketinggian awan paling atas dan satelit sistem pendeteksi bahaya. Kesalahan tersebut selanjutnya secara permanen diperbaiki dengan menambah ketinggian orbit satelit.  

Beruntung saat itu Petrov menggunakan analisa yang tepat dalam bertindak, mengingat pada 1983, suhu ketegangan antara kedua negara adidaya itu sedang berada dipuncaknya.
Pada 1983, ketegangan antar kedua negara sedang memanas
Perlu diketahui, bahwa tiga minggu sebelum insiden kesalahan deteksi rudal tersebut, Uni-Soviet berhasil menembak jatuh pesawat Korean Air Lines Flight 007 yang tanpa sengaja memasuki wilayah udara milik Uni-Soviet. Seluruh 269 kru dan penumpang pesawat dinyatakan tewas, termasuk seorang anggota dewan Amerika Serikat. Nah, peristiwa itulah yang kemudian memicu keluarnya kebijakan pemerintah Uni-Soviet untuk siaga satu terhadap ancaman serangan balasan dari Amerika Serikat.

Setelah kejadian kesalahan deteksi radar tersebut, Petrov memutuskan untuk tidak menceritakan hal itu kepada atasannya guna mencegah upaya serangan balasan.
Petrov saat menerima penghargaan atas aksinya di 1983
Petrov tetap merahasiakannya hingga setelah masa Uni-Soviet jatuh, dimana ia menceritakan kajadian itu ke publik yang kemudian mempengaruhi suhu politik dunia. Pada 2013, Petrov dianugrahi Dresden Prize atas perannya dalam mencegah bencana nuklir. Atas aksinya itu pula, ia mendapat beberapa penghargaan dari beberapa organisasi dunia, termasuk dari PBB.

Akhirnya malam itu, dunia bisa diselamatkan berkat analisa dan tindakan kritis dari satu orang. Apakah ada yang bisa bertindak seperti Petrov dalam kondisi kritis saat itu?. Apapun itu, beruntung malam itu Petrov-lah yang bertugas memonitor radar Uni-Soviet? (MY)