Tampilkan postingan dengan label Comic Cinema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comic Cinema. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2020

IMAX With Laser, saat ini menjadi ‘Gold Standard’ dalam hal kenyamanan menonton film



IMAX with Laser, pengalaman baru menonton film dengan kualitas yang Wow!

IMAX with Laser yang menjadi ‘Gold Standard’ (tingkat kenyamanan menonton film dan tingkat  tertinggi dalam visualisasi film dibioskop), saat ini tengah menjadi topik hangat para Moviegoers diseluruh dunia. Selama lebih dari sepuluh tahun, para pecinta film sangat antusias menonton film yang tayang di studio IMAX dengan visualisasi gambar yang lebih ‘lega’ dibandingkan bioskop reguler lainnya.

Meskipun perusahaan IMAX sudah ada sejak tahun 1970-an namun mereka baru mulai eksis dan dikenal pada era 2000-an, tepatnya saat mereka mulai bekerja sama dengan studio film dan para pembuat film di Hollywood dalam membuat film dengan gambar yang lebih lebar menggunakan kamera khusus IMAX.


Dan tahukah kita bahwa film pertama yang menggunakan teknologi IMAX ialah film The Dark Knight (2008) karya sutradara Christopher Nolan dimana pada tahun yang sama IMAX baru saja mulai menggunakan teknologi proyeksi digital mereka dengan dual 2K projector.
The Dark Knight menjadi film  pertama yang menggunakan teknologi IMAX dalam proses produksinya
Sejak mereka berhasil mengaplikasikan perangkat proyektor mereka dihampir semua bioskop konvensional yang ada di dunia, jumlah bioskop IMAX terus bertambah dari ratusan hingga mencapai ribuan studio hanya dalam waktu beberapa tahun. Meskipun Studio atau proyektor IMAX sudah banyak tersebar dihampir semua bioskop, namun hal itu dirasa masih belum cukup. IMAX terus berinovasi dan selama beberapa tahun terakhir mereka berhasil mengembangkan sebuah teknologi baru yang akan membawa pengalaman menonton film kita  kelevel yang lebih tinggi lewat teknologi IMAX with Laser.
Logo IMAX with Laser
Ditahun 2014, IMAX telah meluncurkan teknologi terbaru mereka bernama IMAX with Laser projection system. Dari yang awalnya Cuma dipakai dibeberapa bioskop, lama-kelamaan jumlahnya semakin bertambah dan bertambah. Teknologi tersebut memanfaatkan dual 4K projector yang memiliki kemampuan antara lain memperbaiki kualitas gambar dengan menyingkirkan prisma (yang dulunya dipakai pada Xenon dan proyektor digital), meningkatkan warna gambar, meningkatkan ketajaman gambar dua kali lipat menjadi 15/70mm atau setara “real IMAX”, memiliki resolusi dan frame-rate hingga 60 fps serta sudah menggunakan Rec.2020.

Meskipun teknologi ini lebih canggih dibanding versi lamanya, teknologi ini ternyata masih bisa dinikmati disistem IMAX sebelumnya dengan aspect ratio 1:43:1. Secara garis besar, IMAX with Laser mampu menyajikan kualitas gambar yang lebih tajam dengan bidang layar yang lebih luas dibanding teknologi sebelumnya.

Seperti itulah kira-kira kelebihan yang ditawarkan oleh IMAX with Laser untuk para penikmat film, namun hal yang paling utama dari teknologi terbaru ini ialah bahwa ia mampu memberikan kualitas gambar yang sangat tajam dengan resolusi yang lebih tinggi daripada kualitas 4K. Tak hanya itu, teknologi ini juga menawarkan kualitas suara visual yang memukau lewat 12-channel sound system yang terintegrasi didalamnya.
Layout posisi Speaker dalam studio IMAX
Dengan segala kecanggihan tersebut, IMAX lewat perangkatnya akan menjadi sebuah industri teknologi yang akan memberikan pengalaman menonton bioskop yang Wow! yang pernah ada. Meskipun Chief Quality IMAX David Keighley tidak pernah menyebutkan bahwa teknologi mereka akan sedemikan Wah!, namun kehadiran IMAX with Laser dianggap sudah mewujudkan tujuan perusahaan.

Hal ini dibuktikan saat demo yang digelar Screen Rant di kantor pusat IMAX, Playa Vista, California. IMAX with Laser bahkan mampu memperbaiki beberapa kualitas teknologi 3D yang sebelumnya dirasa kurang nyaman oleh para penonton. Dengan media sinar laser, penonton (yang mengenakan kacamata 3D khusus) dapat melihat warna asli dari sebuah gambar dilayar serta mengurangi “glitch” (distorsi) dari gambar 3D saat penonton memalingkan wajahnya dari layar.



Interior studio IMAX with Laser terbesar di dunia yang berada di Dubai.

Nah, gaes tahu nggak kalau IMAX with Laser saat ini sudah hadir di Indonesia?. Teknologi IMAX With Laser pertama di Indonesia telah hadir di bioskop XXI,  Gandaria City Mall, Jakarta yang juga merupakan bioskop ketiga di Asia yang menggunakan teknologi ini.
Studio IMAX with Laser pertama di Indonesia yang ada di Gandaria City Mall
IMAX senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan teknologi perangkatnya dari waktu kewaktu. Meskipun hal ini juga berdampak pada kenaikan harga tiketnya, namun IMAX selalu berusaha memberikan pengalaman menonton terbaik bagi setiap orang. Ya, meskipun baru sedikit bioskop yang memiliki teknologi IMAX with Laser, namun IMAX sudah mengagendakan untuk terus membangun bioskop dengan teknologi ini dan diharapkan dalam beberapa tahun kemudian perangkat ini sudah bisa dinikmati disetiap bioskop yang ada di setiap negara. (MY)




Rabu, 03 Oktober 2018

Seberapa tua sih, SEHARUSNYA usia para jagoan X-Men di film Dark Phoenix?

Harusnya, sih mereka sudah pada tua.

Bagi para moviegoers yang selama ini mengikuti film-film X-Men di bioskop, tentunya tidak asing dengan pernyataan diatas. Seberapa tua sih, seharusnya usia para jagoan X-Men di film Dark Phoenix?

Sejak film X-Men dibuat ulang atau istilah kerennya: di-reboot pertama kali lewat film X-Men: First Class, ada fenomena cukup aneh yang bisa kita temukan di film-film X-Men setelahnya. Apa itu?, Yap, usia para jagoan X-Men yang seolah-olah tidak pernah mengalami yang namanya penuaan. Bagi yang jeli, pasti tahu kalau sejak film First Class, Serial X-Men setelahnya itu mengambil masa tiap sepuluh tahun dari film sebelumnya. Jadi seperti ini kira-kira Timeline dari film-film X-Men: pertama yaitu film First Class itu terjadi ditahun 1962, kemudian Days of Future Past itu berlangsung ditahun 1973, film X-Men: Apocalypseterjadi ditahun 1983, dan terakhir yaitu film Dark Phoenix itu mengambil setting tahun 1993. Nah, dari sini sudah mengertikan maksud saya?. Hehehe.


Bagi para mutant yang sudah ada di film X-Men: First Class, seperti: Charles Xavier (James McAvoy), Magneto (Michael Fassbender) dan Mystique (Jennifer Lawrence), dan Beast (Nicholas Hoult) secara teori, mereka itu sudah menjalani masa tiga puluh tahun sejak film First Class (1962) dimulai hingga Dark Phoenix (1993)!. Memang sih, Proses penuaan sempat diperlihatkan pada karakter Moira McTaggart (Rose Byrne) dimana ia terlihat tua dengan keriput dan rambut yang agak memutih di film X-Men: Apocalypse sejak ia pertama kali bertemu dengan Charles Xavier, 20 tahun yang lalu, dimana saat itu agent CIA tersebut masih berusia 30 tahun.

Tapi gaes, untuk karakter Professor X/ Charles Xavier, Magneto, Mystique dan Beast, itu terlihat agak tidak masuk akal di film Dark Phoenix. Bukannya apa gaes, karakter-karakter tersebut yang harusnya sudah berusia tua, tapi kok malah masih diperankan oleh aktor muda (dan masih terlihat muda) di film Dark Phoenix!. Nah, makanya timbullah pertanyaan. Kira-kira berapa sih, (seharusnya) umur para jagoan X-Men di film Dark Phoenix?. Mari kita kupas satu persatu faktanya, gaes.

Awalnya kan, ketiga pendiri X-Men bertemu untuk pertama kalinya di film First Class (1962). Menurut data, Charles Xavier aka Professor X lahir tahun 1932 yang artinya ia harusnya sudah berusia 61 tahundi film Dark Phoenix (1993). Di film First Class itu, untuk pertama kalinya Raven Darkholme/ Mystique bertemu dengan Charles saat ia berusia 10 tahun. Nah, karena Raven lahir tahun 1934, itu berarti difilm Dark Phoenix, ia seharusnya sudah berumur 59 tahun. Tapi karena Mystique adalah mutant dengan kekuatan regenerasi sel dan bisa berubah bentuk, maka wajar saja diusia segitu, dia masih tetap terlihat muda. Tapi itu tidak berlaku untuk Professor X yang tidak memiliki kekuatan meregenerasi sel atau harusnya mengalami penuaan seperti manusia normal, di film Dark Phoenix, ia masih terlihat sangat muda diusianya yang ke-60.
Magneto bersama Anggota X-Men Lainnya difilm X-Men: Dark Phoenix
Hal tersebut berlaku juga untuk karakter Magneto/ Erik Lensherr yang bahkan usianya lebih tua daripada Charles Xavier dan Mystique. Magneto lahir tahun 1930, yang artinya ia harusnya sudah berusia 63 tahun difilm Dark Phoenix (1993). Sekedar informasi kalau Magneto masih berusia 14 tahun saat ia ditahan di Kamp konsentrasi di Auschwitz pada 1944. Uniknya gaes, aktor pemeran Professor X dan Magneto yaitu Patrick Stewart dan Ian McKellen saat bermain di film X-Men (2000) itu berusia 60 dan 61 tahun. Tapi lucunya, McAvoy dan Fassbender, kok tidak terlihat seperti pria berusia 60 tahunan, yah di film Dark Phoenix?.

Berikutnya, dua anggota X-Men lainnya, yaitu Hank McCoy/ Beast (Nicholas Hoult) dan Peter Maximoff/ Quicksilver (Evan Peters) yang sudah ada difilm First Class. Beast atau Hank McCoy diperkirakan lahir tahun 1940 dan masih berusia 20 tahunan difilm First Class. Itu berarti, Beast sudah berumur 53 tahun difilm Dark Phoenix. Untuk Quicksilver, meskipun belum diketahui usia sebenarnya, namun ada bocoran di film Days of Future Past, dimana Wolverine, sempat memanggil Quicksilver dengan sebutan “Nak”. Jika saat itu ia berumur belasan tahun maka di film Dark Phoenix, Quicksilver harusnya berusia hampir 40 tahun.
Beruntung, para aktor dan aktris pemeran anggota X-Men “angkatan baru” seperti Tye Sheridan (Cyclops), Sophie Turner (Jean Grey), Alexandra Shipp (Storm), dan Kodi Smit-Mcphee (Nightcrawler), yang pada saat film X-Men: Apocalypse masih berusia remaja sehingga saat ini karakter mereka sudah berumur 25 tahunan yang sama dengan usia dari para pemerannya(MY)
  • X-Men: Dark Phoenix rilis pada 07 Juni 2019
  • New Mutants rilis pada 02 Agustus  2019

Jumat, 13 Juli 2018

Karakter lama dan baru akan saling bertarung di film reboot: Mortal Kombat!


Mortal Kombat akan dibuat ulang lagi oleh Warner Bros dan New Line.
Baru-baru ini Warner Bros telah mengumumkan beberapa karakter yang akan muncul difilm Mortal Kombat (MK) yang akan dibuat ulang alias di-reboot. Nah, bagi generasi 90-an tentunya tahu kalau pada zaman itu ada dua game pertarungan yang paling terkenal, yaitu: Street Fighterdan Mortal Kombat!. Kalau pada waktu itu game Street Fighter memukau para gamers dengan visual cerah dan berwarna, Mortal Kombat malah tampil dengan visual yang agak gelap, berdarah-darah, dan sangat brutal. Dua ciri khas games tersebut nyatanya ikut terbawa juga dalam film layar lebar mereka.  Street Fighter the Movie (1994) hadir dengan kisah yang agak biasa dan mudah ditebak, sementara Mortal Kombattampil dengan visualisasi menarik dan adegan perkelahian yang memukau pada saat itu.
Salah satu adegan di film Mortal Kombat (1995) menampilkan Rayden dkk.
Meskipun hasil dan respon penonton tidak semaksimal yang diharapkan, namun adegan fight-nya boleh dibilang sukses membuat penonton menarik nafas. Kedua film adaptasi dari video game itu juga sempat menuai kritik, tapi MK agak lebih baik dalam perolehan Box Officenya. Mortal Kombat berhasil meraup $122 juta dengan biaya produksi $18juta sedang Street Fightermemperoleh $99juta dengan budget $35juta. Mortal Kombat juga menjadi film yang lebih berkesan dibanding Street Fighter. Sayangnya, kesuksesan Mortal Kombat harus berakhir dengan dirilisnya film kedua yang berjudul Mortal Kombat: Annihilation. 

Salah satu adegan di film Mortal Kombat Annihilation (1998), menampilkan pasukan Shao Khan
Dan sekarang, setelah absen selama 20 tahun, Warner Bros. Dan New Line saat ini sedang bersiap untuk membawa kembali film Mortal Kombat kelayar lebar. Selain karakter lama Mortal Kombat yang sudah kita kenal, beberapa karakter baru juga ditampilkan untuk me-refresh film ini, dan berikut nama-nama karakter yang akan dimunculkan di film reboot, Mortal Kombat:

COLE TURNER
Pria usia 30 tahunan. Salah satu karakter baru difilm ini. Cole, adalah seorang petinju sekaligus seorang single father. Ia sangat menyayangi putrinya melebihi apapun. Ia merupakan sosok yang pantang menyerah dalam situasi dan kondisi apapun.

KANO
Merupakan karakter lama, seorang pria usia 30 tahunan. Seorang mantan anggota Pasukan Khusus Australia yang beralih profesi menjadi pemburu bayaran. Ia seorang yang arogan dan tidak sabaran, namun begitu, Kano adalah seorang petarung yang hebat.

SONYA BLADE
Merupakan karakter lama, seorang wanita usia 30 tahunan. Cantik dan cerdas, wanita berambut pirang ini juga seorang penulis yang sedang meneliti tentang ramalan di turnamen Mortal Kombat. Sonya-lah yang merekrut Cole yang kemudian ikut bergabung bersama anggota tim lainnya. Hal itu pula yang membuat Sonya sempat mendapatkan medali dalam sebuah turnamen.

JIN/ LORD RAIDEN
Remaja berusia 14 tahun. Seorang Dewa dan pelindung abadi bagi Bumi, Dialah pemimpin dan mentor bagi semua petarung asal Bumi yang ikut bertarung di dunia Underworld.

MILEENA
Wanita berusia sekitar 25-35 tahun. Dengan penampilan yang sexy dan menawan, Mileena merupakan salah satu petarung dari kubu Outworld. Mengenakan baju ketat yang sexy dan sepatu boot tinggi serta kerudung yang menutupi hidung dan wajahnya.

JACKSON "JAX" BRIDGES
Pria berusia 30-40. “Jax”, seorang pasukan militer sekaligus tentara bayaran yang sempat kehilangan kedua tengannya dalam sebuah misi. Saat ini, Jax yang telah dipersenjatai dengan dua tangan bionik-nya bergabung bersama Sonya dan Cole untuk melawan dunia Outworld.

LIU KANG
Pria berusia 20-35 tahun. Seorang petarung Ninja dari pasukan Bumi yang terkenal dengan jurus bola api dan tendangan “Sepeda” andalannya.

KUNG LAO
Pria berusia 20-35 tahun. Biksu yang bisu ini adalah saudara seperguruan Liu Kang di Biara Shaolin. Memiliki Topi dengan sisi sekelilingnya bermata pisau, menjadikan Kung Lao, petarung Bumi yang cukup ditakuti didunia Outworld.

SHANG TSUNG
Pria yang tidak diketahui usianya ini, adalah seorang penyihir sakti dari Pasukan Outworld. Ia memiliki jurus dari energi kegelapan serta mampu merubah dirinya menjadi siapapun yang ia inginkan.

DRAHMIN
Pria berusia 25-35 tahun. Petarung ini mengenakan topeng dewa iblis Oni pada wajahnya.  Tubuhnya dilapisi oleh lipatan kulit yang sangat keras. Sebuah alat pemukul berduri yang menggantikan fungsi salah satu tangannya.

KABAL
Pria berusia 25-35 tahun. Seorang pembunuh dari dunia Outworld yang jahat, Kabal mengenakan rompi tempur berwarna hitam serta jas terusan. Wajahnya ditutupi  oleh semacam topeng masker yang cukup menyeramkan. Ia juga memiliki dua pedang yang memiliki pengkait tajam

NITARA
Wanita berusia 25-35 tahun. Seorang Vampire berambut hitam dari dunia Outworld.  Memiliki  sepasang sayap kelelawar dikedua pundaknya. Ia merupakan petarung yang selalu haus akan darah.

REIKO
Wanita berusia 25-40 tahun. Seorang jenderal dari dunia Outworld yang mengenakan jubah besi dan mata yang putih menyala

THE OVERSEER
Pria berusia 80 tahunan.  The overseer adalah penjaga di Clock Tower dan medan latihan yang menjadi rumah bagi para petarung Bumi, dan usianya memang sangat tua.

EMILY
Gadis berusia 12 tahun ini suka berkelahi, tegas dan kelihatan bijaksana dibanding usianya sendiri.

SOPHIA
Wanita berusia 60 tahunan ini adalah ibu tiri Cole yang sangat cerdas dan pengertian.  Sophia jugalah yang menampung Emily serta beberapa pengawalnya.

JESS
Wanita berusia 30-35 tahun yang merupakan saudari tiri Cole, ini menganggap Cole sebagai  sosok egois dan ayah yang buruk. Jess tinggal bersama Sophie dan Emily.

Dari deskripsi para tokoh diatas, kita bisa menarik kesimpulan kalau film Mortal Kombatnantinya akan fokus pada kisah Cole Turner, yang secara tidak sengaja harus mengikuti turnamen. Disamping itu film ini juga akan menghadirkan Saudari, ibu tiri, dan saudari tiri dari Cole yang sepertinya mereka semua akan terlibat dalam konflik keluarga. Selain itu, sepertinya akan ada perubahan yang signifikan dari film Mortal Kombat sebelumnya (1995), yang Cuma fokus pada beberapa karakter utamanya seperti Liu Kang, Johnny Cage, dan Sonya Blade.
Karakter Rayden, Liu Kang, Kitana, Sonya Blade, dan Johnny Cage difilm Mortal Kombat (1995)
Dilihat dari deskripsi karakter film diatas, sepertinya WB akan menampilkan Raiden sang dewa petir,  dalam usia remaja berusia 14 tahun.  Dewa pelindung Bumi ini, biasanya tampil dalam wujud pria dewasa. Tidak hanya itu, Sosok Sonya, juga dibuat berbeda dalam film ini. Sonya nantinya digambarkan sebagai seorang penulis cerdas yang sedang meneliti cerita ramalan dari turnamen Mortal Kombat. Sedangkan karakter lainnya seperti Liu Kang , Kung Lao, Mileena, Jax dan Shang Tsung masih sama dengan karakter aslinya.
Sonya Blade di film Mortal Kombat (1995)
Sayangnya kita tidak melihat beberapa karakter iconic lainnya dari game Mortal Kombat, yaitu Johnny Cage, Sub-Zero, dan Scorpion. Mungkin pihak Studio belum membeberkan semua pemain dalam film reboot ini, tapi jika memang Sub-Zero dan ninja-ninja mistis lainnya tidak ada yang tampil, mungkin sebagian fans MK, akan kecewa. Nah, kita tunggu aja kabar selanjutnya, ya gaes.? (MY).


Selasa, 27 Februari 2018

Bioskop Bisik – Nonton film saat ini juga bisa dinikmati oleh para Tuna Netra, lho.


Bioskop Bisik,dimana penyandang Tuna Netra bisa menikmati film yang diputar

“Cuma dibioskop ini, para pengunjung diwajibkan untuk mengobrol dengan sesama rekannya yang Tuna Netra – sehingga mereka juga bisa menikmati tayangan film sama halnya dengan orang yang normal.”

Siapa sih yang nggak suka nonton film? – Dengan menonton, kita bisa melihat hiburan menarik lewat layar lebar serta menikmati sebuah cerita dengan suara dan visual efek yang memukau. Tapi, bagaimana halnya dengan saudara kita, penderita Tuna Netra?.

Bagi Irma Hikmayanti, DULU, menonton film di bioskop atau menyewa VCD film dan menontonnya dirumah merupakan pengalaman paling menyenangkan baginya. Akan tetapi, semuanya sirna, saat dokter mendiagnosanya menderita penyakit glaucoma saat ia kecil dan akhirnya membuat ia kehilangan penglihatannya.


Sejak itu, Irma tidak bisa lagi merasakan asyiknya menonton film, sampai akhirnya ia mengenal yang namanya “Bioskop Bisik”.
Salah satu Event yang digelar "Bioskop Bisik"
Ditempat itu, semua orang bisa menikmati film yang mereka nonton, bahkan bagi orang buta sekalipun. Caranya: yaitu dengan menempatkan seorang rekan “sukarelawan” untuk duduk disamping mereka (istilahnya: Pembisik), sambil menjelaskan mengenai tiap adegan film yang sedang mereka nonton saat itu.

“Rasanya seperti aku bisa meIihat lagi, karena aku bisa menikmati film yang sedang diputar. Rasanya seperti aku bisa melihat kembali.”ujar Irma, saat pertama kali berkunjung ke Bioskop Bisik.
Suasana dalam Bioskop Bisik
Bioskop Bisik didirikan oleh Ramya Prajna, yang merasa perlu untuk membangun sebuah tempat dimana semua orang bisa saling berinteraksi satu sama lain bahkan dengan orang  yang “berbeda” dengan mereka. Suatu tempat dimana mereka bisa saling berbagi pengalaman dengan nonton film bersama. “Tujuan utamanya ialah memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa Sebenarnya mata kita tidak hanya untuk kita saja, tapi juga untuk orang lain.” Ujar Ramya.
Bisa menonton film lagi, adalah hal yang sangat berarti bagi Cheta, seorang partisipan yang punya sahabat baru bernama Kenny, yang selalu menceritakan padanya film yang sedang mereka nonton. “Kenny...menceritakan tiap adegan dalam film dengan sangat detail, kadang kami juga cerita hal yang lain sambil bercanda, saat nonton film,” ujar Cheta.

Jika anda berdomisili di Jakarta dan tertarik untuk bergabung menjadi rekan pembisik / Story Teller untuk saudara kita di Bioskop Bisik. Silahkan registrasi dengan meng-klik tautan dibawah ini.
https://www.ourbetterworld.org/en/volunteer-bioskop-bisik 

Kenny menambahkan: “Kita berdua sangat senang.”. Mereka berdua bisa nonton bareng layaknya orang pada umumnya, tak peduli apakah mereka bisa melihat atau tidak, dan memang seharusnya seperti itu, dimana tak ada lagi kesenjangan antara orang yang bisa dan tidak bisa melihat.
Ramya Prajna, Founder Bioskop Bisik
Dengan adanya Bioskop Bisik, Ramya setidaknya bisa memberikan harapan bagi semua orang untuk bisa menikmati hidup ini. Bioskop Bisik dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan yang ada – Dimana orang yang mampu melihat bisa semakin lebih mengerti apa yang dibutuhkan saudara mereka yang tidak mampu melihat, dan sebaliknya saudara kita yang tidak bisa melihat bisa makin percaya diri menjalani hidup mereka dan tahu bahwa masih ada orang baik diluar sana yang tulus dan peduli dengan mereka (MY).

Minggu, 04 Februari 2018

Teaser terbaru Avengers: Infinity War, ungkap teknologi terbaru dari armor Iron Man



Tony Stark bersiap  dengan Armor terbarunya
Sebuah TV Spot terbaru dari film, Avengers: Infinity War, baru saja dirilis diajang Super Bowl, dimana pada teaser tersebut, juga memperlihatkan lebih detail kostum terbaru dari Iron man.

Sekuel kedua dari film Avengers ini akan mengumpulkan seluruh superhero yang pernah tampil di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU) dimana mereka akan menghadapi salah satu musuh terkuat di Marvel, yaitu Thanos dengan Infinity Gauntlet-nya.

Nah, gaes.Salah satu poin paling kita tunggu-tunggu dari film Avengers ialah model armor yang akan digunakan Tony Stark saat menjadi Iron man. Dari armor Mark-Iyang ia buat dari besi-besi bekas didalam gua hingga armor kelas berat seperti Hulkbuster. Di film Infinity War, nanti. Sepertinya Kostum Iron man akan dibuat dengan bantuan Shuri, adik Black Panther yang terkenal sangat jenius.

 
Mark 51 : Kostum Iron man di Infinity War
Teknologi tersebut sebelumnya sudah kita lihat di trailer Black Panther yang tayang bulan ini, dimana kita ketahui kostum Black Panther bisa langsung menutupi badan T’Challa ketika dibutuhkan. Kostum Black Panther, sendiri sepertinya tersimpan dalam Kalung Raja Wakanda yang ia kenakan. Dengan menggunakan teknologi Nano, T’Challa bisa langsung ‘memanggil’ kostum tersebut saat itu juga jika ia membutuhkannya.
T'Challa saat berubah menjadi Black Panther
Di TV Spot terbaru film Avengers: Infinity War, yang rilis beberapa waktu lalu,  sepertinya sudah bisa dipastikan kalau teknologi kostum Black Panther juga akan diterapkan pada armor terbaru Iron Man, dimana pada klip tersebut terlihat armor Iron man langsung menutupi tubuh Tony Stark, sama halnya dengan kostum milik Black Panther. Dengan begitu, pastinya Tony Stark sudah tidak perlu lagi menunggu kepingan-kepingan armornya meluncur dari tempat yang jauh dan pastinya akan lebih compact karena diperkirakan kostum barunya itu tersimpan di kepingan Arc Reactor yang ada didadanya.
Tony Stark bersama Dr. Strange, Bruce Banner dan Wong.
Armor baru Tony Stark yang dinamakan Model 51 atau Prime Armor, ini merupakan kostum paling canggih yang kabarnya bahkan mampu berubah menjadi semua kostum Iron man versi sebelumnya. Yaa mirip-miriplah dengan armor “Bleeding Edge” model 37 yang muncul dicerita komik, dimana kostum tersebut ia simpan didalam tubuhnya dan memiliki struktur kulit, jadi Tony Stark juga bisa merubah kostumnya menjadi baju kemeja biasa. Model 37 pertama kali muncul di komik Iron man tahun 2010, sedangkan Model 51 muncul pertama kali dikomik terbitan tahun 2015, dimana keduanya diciptakan oleh Tony Stark. Namun sepertinya di film Infinity War kali ini, Kostum Prime Armor nantinya dibuat oleh Shuri, adik Black Panther yang baru berusia 16 tahun, dan merupakan orang paling cerdas di Wakanda sekaligus kepala Divisi Wakandan Design Group.
Armor Model 37, Bleeding Edge versi Komik
Sebenarnya tidak masalah siapa yang nantinya akan membuat kostum Prime Armor itu, yang pasti jenis armor seperti itu, akan sangat membantu Tony Stark dalam melawan Thanos dan pasukannya. Lagipula, menyimpan armor besi didalam kepingan kecil Arc Reactor terlihat lebih nyaman dan ‘nggak ribet’ dibanding harus menerbangkannya layaknya drone dan harus ditunggu sampai semua komponen armor itu tiba. Apalagi, jika memang kostum Iron man itu juga dibuat dari Vibranium seperti kostum Black Panther dan perisai Captain America, maka Tony Stark akan menjadi anggota Avengers yang akan sulit dikalahkan. Wow Keren! (MY)

Nah, bagi yang ingin melihat lebih detail kostum Iron Man di Avengers: Infinity War, bisa dilihat di TV Spot dan iklan Disney World Singapura berikut ini:

 

Avengers: Infinity War / The Avengers 3 akan rilis pada: 4  Mei 2018
The Avengers 4 / Untitled Avengers Movie akan rilis pada: 3 Mei 2019