Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2020

Sony ungkap SSD PlayStation 5, memiliki kecepatan 100 kali dari PS4

PS5 hadir dengan menggunakan storage tipe SSD (Solid State Drive) 

Teknologi gaming generasi berikutnya telah hadir saat ini. PlayStation 5 tampil segar dengan mengusung SSD berkemampuan handal.
  
Dalam rapat strategi perusahaan yang baru-baru ini digelar Sony, berhasil terungkap bahwasanya SSD (Solid State Drive) yang dimiliki PlayStation 5 (PS5) diklaim memiliki kecepatan 100 kali lebih cepat dibanding drivependahulunya, PlayStation 4. Meskipun detail model konsol PS5 belum resmi dirilis oleh Sony namun yang pasti konsol game ini bakalan memberikan fasilitas dan pengalaman bermain game yang beda untuk para gamers.
Meski belum resmi, beberapa media menyebut seperti inilah kira-kira model dari PS5.

Beberapa hal yang sudah kita ketahui dari generasi kelima seri Playstation ini adalah kehandalan performansi yang dimilikinya. Mulai dari hilangnya tahapan Loading diawal permainan hingga disematkannya teknologi Unreal Engine 5 pada konsol ini. Baik Playstation 5 maupun Xbox series X, keduanya menjadi pembuka hadirnya teknologi video game masa depan.  Meski begitu, Sony tetap tidak ingin para fans PS hanya fokus pada perangkat SSD yang digunakan oleh konsol canggih ini.
Dengan SSD, performa PS5 diklaim 100x lebih cepat dibanding PS4

Seperti diketahui,  kecepatan menjadi fokus utama bagi dua pabrikan konsol game yakni Sony dan Xbox. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri karena tak hanya menghapus durasi loadingdiawal permainan namun para gamersjuga bisa beralih dari tampilan satu ke tampilan berikutnya tanpa adanya jeda waktu. CEO Sony Kenichiro Yoshidayang disampaikan disela rapat strategi perusahaan juga menyebutkan bahwa kecepatan dari PS5 bakalan menjadi faktor andalan dari konsol ini.

Menurut Direktur Utama Sony, bahwa perusahaan memiliki tujuan mewarnai  dunia dengan emosi lewat kekuatan kreativitas dan teknologi sambil terus berusaha untuk lebih dekat dengan para gamers.
Kenichiro Yoshida, CEO Sony
Nah, salah satu cara mewujudkannya yaitu lewat konsol Playstation 5 ini Karena selain sudah mengadopsi teknologi Unreal Engine 5, dapur pacunya juga memungkinkan para gamers untuk tidak mengalami yang namanya loading saat bermain game.

Yoshida menambahkan jeda loading yang nyaris tidak ada lagi di PS5 menjadikan perpindahan level dalam sebuah game bisa terjadi dalam sekejap mata. Konsep sama yang juga diterapkan oleh Xbox Series X dimana pengalaman bermain games nantinya akan menjadi lebih nyata dan melibatkan emosi para pemainnya.

Nah gaes, menurut kamu kira-kira fasilitas apa saja sih yang harusnya ada dalam sebuah konsol game di masa depan?. Apakah kalian berminat membeli PS5 jika nanti konsolnya resmi dirilis?. Silahkan komen di bawah ya.

Sebagai penutup, berhubung saat ini dunia lagi dilanda wabah virus Covid-19 (Corona), berikut ini sebuah video opini tentang gambaran bagaimana kondisi pengalaman bermain game ditengah wabah virus Corona.



Rabu, 04 September 2019

SAAT INI, sudah ada robot “Sex” yang mampu berinteraksi layaknya manusia normal



Seorang Desainer asal Spanyol berhasil menciptakan mainan ‘boneka seks’ yang diklaim mampu berinteraksi dengan pemiliknya layaknya orang sungguhan.


Robot ciptaan desainer tersebut diberi nama Samantha. Menurutnya, robot seks kreasinya itu tidak hanya berfungsi sebagai robot pemuas nafsu belaka tapi juga mampu berinteraksi langsung dengan pemiliknya dengan berbagai cara layaknya manusia normal. Bahkan bisa berdialog dengan kita layaknya seorang pacar.
Samantha, robot seks yang bisa beinteraksi dengan pemiliknya
Samantha juga didesain dengan bentuk lekuk tubuh yang seksi, wajah yang cantik, dan fasilitas lain demi kepuasan pemiliknya. Ia juga memerlukan respon perlakuan dari pemiliknya seperti butuh perhatian dan kasih sayang layaknya manusia.
 
Didesain dengan lekuk tubuh seksi dan raut wajah menawan. untuk menarik minat pembeli
Namun yang perlu diperhatikan, jika sering digunakan dan ada ikatan ketergantungan dengan boneka seks dibanding mencari pasangan hidup sesungguhnya, biasanya hal tersebut mempengaruhi psikologis atau kejiwaan seseorang.


Saat ini robot sudah masuk di segala aspek kehidupan manusia, dari pramusaji restoran, petugas pembelian tiket, hingga robot yang membantu pekerjaan rumah tangga kita. (MY)

Berikut footage dari Samantha :


Kamis, 30 Agustus 2018

Sony WH-1000XM3 berhasil mengalahkan Bose, untuk kategori headphone ‘anti-berisik’ terbaik



Headphone Sony WH-1000XM3 diluncurkan September dengan harga 4 jutaan.
Beberapa perubahan desain pada model 1000X, ini menjadikan perangkat ini  semakin nyaman dengan kualitas suara yang makin mantap

Selama beberapa tahun terakhir, Sony memantapkan diri sebagai kompetitor utama Bose dalam hal perangkat headphone. Sony bahkan harus kerja keras agar bisa menciptakan headphoneanti-berisik atau noise-cancelingandalan mereka, dan akhirnya mereka berhasil menciptakan headphone type WH-1000XM3, yang dibanderol dengan harga $350 atau sekitar 4,9 juta rupiah.


Perubahan mendasar terlihat pada desain bentuk headband dan padding yang ada di earcups. Bagian Headband dirancang agar bisa mengikuti lekuk kepala kita dengan pengurangan bobot sebesar 20 gram. Padding earcups-nya pun sengaja dibuat lebih lembut dan nyaman ditelinga. Hasilnya, sebuah headphone yang lebih nyaman dibanding model pendahulunya, seperti model WH-1000MX2.
Perbedaan bentuk model WH-1000XM2 (Kiri) dengan WH-1000XM3 (Kanan)
Well gaes, memang sih, headphone Bose QuietComfort 35 II, memiliki bobot yang lebih ringan, yaitu 235 gram dibanding WH-1000XM3 yang bobotnya 254 gram. Namun sepertinya Sony ingin menyaingi Bose dalam hal kenyamanan perangkat yang memang menjadi salah satu andalan dari produk Bose.

Sony juga mengubah interface charging-nya dari Micro-USBke USB-C, dimana charger model tersebut mampu digunakan selama 5 jam hanya dengan pengisian baterai selama 10 menit saja. Luar biasa bukan?,- dimana headphone tersebut bisa bertahan selama 30 jam pemakaian .

Dibanding model 1000X sebelumnya, headphone WH-1000XM3, sudah diperbaharui dengan three-microphone array system yang berfungsi menyaring background noisesaat kita menerima panggilan telepon. Tidak hanya itu saja, gaes. Pada bagian ear cups, bisa kita temukan touch control yang lebih halus tampilannya serta case headphone yang juga keren abis. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sebuah kabel USB-C pendek sehingga kita bisa menggunakannya sebagai headphone dengan kabel.
Case penyimpanannya juga terlihat kompak
Menurut Sony, WH-1000XM3 memiliki drivers yang sama dengan headphone MDR-1AM2 yang cukup populer dan suaranyapun dianggap lebih baik dibanding Bose QuietComfort 35 II. Dengan suara yang lebih natural dan jernih, headphone ini juga punya suara Bass yang jelas dan nendang.
Juga tersedia dengan warna Silver, Headphone ini dilengkapi dengan USB-C Charging Port
Sony juga memperbaharui chipset didalam headphone serta meningkatkan fasilitas noise cancelling dan sound processing. Kabarnya, prosesor HD Noise cancelling terbaru yang ada didalamnya, yaitu QN1, menawarkan kehandalan empat kali lebih baik dibanding pendahulunya, dan tidak hanya mengurangi suara berisik tapi juga mampu mendeteksi suara dengan kualitas terbaik menggunakan 32-bit audio signal processing serta kombinasi DAC dengan fungsi amplifier.
Berbagai Interface yang dibenamkan pada headphone ini
Pada model ini, Sony masih mempertahankan fitur andalannya dimana kita bisa meredam suara musik headphone agar suara dari luar bisa kita dengar hanya dengan menempelkan tangan ke ear cup kanan dimana touch control berada. Saat kita selesai berbicara dengan orang dihadapan kita, cukup melepas pegangan kita dari ear cup sebelah kanan dan otomatis musik akan berlanjut diposisi terakhir kita mendengar dengan settingan yang tidak berubah.

Pada headphone Sony sebelumnya, perangkat akan otomatisOff jika tidak ada aktifitas selama beberapa saat dimana hal itu untuk menghemat baterai. Namun pada model saat ini, Perangkat akan tetap On meskipun kita tidak lagi mendengarkan musik. (MY)

Berikut spesikasi headphone Sony WH-1000XM3 :
  • Berat: 254 grams
  • 40mm Liquid Crystal Polymer drivers
  • Redesain pada Headband  dan padding earcups yang lebih lembut
  • Daya tahan baterai sampai 30 jam pemakaian via Bluetooth dan noise  canceling on
  • 5 jam pemakaian hanya dengan pengisian baterai selama 10 menit
  • USB-C charging
  • New HD Noise Cancelling Processor QN1
  • Smart Listening by Sense Engine
  • Quick Attention Mode, dimana kita bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus melepas headphone
  • Three-microphone array untuk kenyamanan panggilan telepon
  • Customizable Automatic Power Off function
  • Aktifkan voice assistant dengan satu sentuhan
  • Harga :  $350 atau sekitar 4,9 juta rupiah
  • Tersedia pada September 2018 dengan warna hitam atau platinum silver dengan gold highlights

Rabu, 29 Agustus 2018

Pria ini merakit ulang Komputer Apple-1 keluaran 1971 yang mampu menjalankan beberapa Program


Corey Cohen dengan komputer Apple-1 rakitannya

Komputer jadul keluaran Apple, mungkin sulit untuk kita temukan saat ini, termasuk beberapa program yang pernah beroperasi didalamnya. Oleh karena itu, pria ini mencoba merakit ulang komputer Apple-1 produksi tahun 1971, dan berhasil!. Ia bahkan sukses mendemonstrasikan beberapa program dan games jadul yang bisa dijalankan di komputer tersebut.

Pada masa itu, Steve Jobs dan Wozniak sukses memproduksi beberapa ratus unit sistem komputer Apple-1 yang  menjadi pelopor lahirnya ‘komputer pribadi’ (Personal Computer) yang ada saat ini. Faktanya gaes, didunia ini hanya tersisa 60 unit Apple-1 yang tersebar diberbagai negara.


Pakar komputer Apple-1, Corey Cohen, berhasil merestorasi satu unit mesin komputer tersebut untuk ia jual kembali dalam sebuah acara lelang yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Cohen berharap komputer rakitannya itu bisa terjual dengan harga $300,000 (atau sekitar 4,2 Milyar rupiah).
Komputer Apple-1 ini akan dilelang dengan harga 4,2 Milyar
Baru-baru ini. RR Auction telah “memajang” komputer Apple-1 ini dalam katalog mereka dan bulan depan, mesin ini sudah bisa ditawar oleh para pembelinya. Nah, bagi yang penasaran seperti apa sih komputer Apple-1 yang pernah populer ditahun 1971 itu, berikut videonya:

Dalam video demo tersebut, Cohen mencoba sebuah program yang digunakan oleh Woz dan Jobs kala itu untuk memeriksa produk mereka di garasi saat komputer Apple pertama kali ditemukan. Selanjutnya Cohen menghubungkan sebuah iPod ke Apple Cassette interface untuk memasukkan data Basic kedalam mesin komputer.

Demo itu juga menampilkan bagaimana komputer Apple-1 berhasil menjalankan beberapa games jadul yang memang kompatibel dengannya, seperti Apple Star Trekserta menjalankan rangkaian gambar grafis ASCII yang sengaja dirilis untuk memperingati 30 tahun sejak Apple-1 pertama kali dibuat.
Beginilah tampilan saat Apple-1 menjalankan sebuah aplikasi tahun 1971.
Bagi para gadgetholic dan kolektor barang-barang jadul, komputer rakitan ini mungkin bisa dijadikan barang koleksi namun pastikan dulu, rekening tabungan kita cukup. Soalnya harga yang dipatok oleh Cohen untuk membeli Apple-1 buatannya itu, setara dengan harga sebuah mobil super mewah sekelas Ferrari. (MY).

Rabu, 07 Maret 2018

Seorang milyuner berhasil menemukan bangkai kapal perang Amerika - USS Lexington



Kapal Induk Amerika Serikat, USS Lexington, saat pertama kali berlayar, Oktober 1941

Sisa bangkai kapal dari sebuah kapal induk milik Amerika Serikat bernama USS Lexington, akhirnya berhasil ditemukan.  Kapal laut yang tenggelam saat Perang Dunia II, akibat serangan tentara Jepang ini ditemukan di lokasi sekitar 500 mil dari lepas pantai Australia oleh sebuah Tim penjelajah yang dipimpin oleh seorang milyarder bernama Paul Allen, yang tidak lain co-founderdari Microsoft.
Paul Allen bersama tim ekspedisinya berhasil menemukan bangkai kapal USS Lexington

Merupakan salah satu kapal induk pengangkut pertama milik Amerika yang pernah dibuat, Kapal yang dijuluki “Lady Lex” ini ditemukan didasar laut karang – dikedalaman hampir 2 mil dibawah permukaan laut – oleh kru ekspedisi Research Vessel Petrel, pada hari minggu. Sekedar informasi, The Lexington dikabarkan hilang pada bulan Mei 1942 bersama dengan 216 kru dan 35 unit pesawat terbang, akibat pertempuran yang disebut-sebut menjadi pertempuran kapal induk pertama sepanjang sejarah – atau dikenal dengan nama the Battle of the Coral Sea.
Salah satu bangkai pesawat tempur yang ikut tenggelam bersama kapal Induk USS Lexington
“Untuk mengenang kapal induk USS Lexington dan menghormati keberanian kru kapal yang telah menjadi korban,” Allen menambahkan. “Seluruh warga Amerika, berhutang budi atas jasa para pahlawan yang telah berjuang juga untuk para patriot yang masih berjuang hingga saat ini dalam melindungi negara mereka, dengan berani, gigih, dan penuh pengorbanan.”

Berikut klip kondisi bangkai kapal USS Lexington dibawah laut:
Bersama dengan kapal induk lainnya yakni USS Yorktown, the Lexington dan armada tempur yang dibawanya pada saat itu sedang bertempur melawan tiga kapal induk milik pasukan Jepang dalam usaha menghentikan pergerakan mereka di Papua Nugini dan Australia.

Menurut Allen,perang itu terjadi sebulan sebelum Angkatan Laut Amerika melakukan serangan kejutan melawan tentara Jepang di tengah-tengah pertempuran dan memenangkan Perang di perairan Pasifik.

The Battle of the Coral Sea tidak hanya sebuah perang untuk menghentikan pergerakan pasukan Jepang tapi juga menjadi perang pertama antar kapal induk dimana mereka saling berhadapan langsung di laut yang sebelumnya tak pernah terjadi. 

Beberapa foto kapal induk Amerika yang karam akibat serangan torpedo pasukan Jepang
Kapal bantuan Amerika saat itu berhasil menyelamatkan lebih dari 2,000 orang kru kapal sebelum akhirnya The Lexington tenggelam akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh dahsyatnya serangan torpedo dari kapal Jepang.

“Sebagai salah seorang anak dari korban kapal USS Lexington, saya ingin mengucapkan Selamat kepada Paul Allen dan kru ekspedisi Research Vessel (R/V) Petrel yang telah menemukan “Lady Lex” yang karam 76 tahun lalu akibat peperangan the Battle of Coral Sea,“ ujar Laksamana Kapal US Pacific Command - Amerika, Harry B. Harris.

Dalam pernyataannya, Harry menambahkan “Kami menghargai keberanian dan pengorbanan para pejuang dikapal induk ‘Lady Lex’ dan mereka yang telah gugur dalam berjuang saat Perang Dunia II terjadi, - dengan cara terus menjaga kemerdekaan yang telah mereka raih untuk kita semua”. (MY)