Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2017

'Starburst' : Hunian ‘container’ unik yang rencananya akan dibangun di gurun California



The Joshua Tree House yang direncanakan dibangun dilahan gurun di  wilayah California
Container, kotak besar yang terbuat dari logam baja dan biasa digunakan untuk mengirim barang dalam jumlah besar melalui jalur laut, ini telah mengubah wajah dunia sejak enam puluh tahun yang lalu khususnya bidang perdagangan Internasional. Namun beberapa tahun terakhir ini, fungsi containertidak lagi hanya sebatas media penyimpanan barang-barang kiriman tapi sudah merambah ke bidang Arsitektur. Tidak hanya mudah dalam pengerjaannya, Container bisa juga dijadikan sebagai unit hunian yang mewah dengan cost yang sangat murah. Salah satu contoh penggunaan container sebagai unit hunian rumah bisa kita lihat di Joshua Tree Residence: sebuah hunian dengan luas 2,100 sqft atau 195 meter persegi dengan tiga kamar tidur yang terbuat dari beberapa container serta dibangun di atas gurun gersang diluar wilayah taman nasional Joshua Tree, California.


Unit hunian milik seorang produser film kaya raya yang tidak mau disebutkan namanya, ini memiliki struktur container yang ditumpuk dan disusun sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang tertata dengan indah. Pembangunannya sendiri direncanakan mulai awal 2018 disebuah lahan pribadi yang berjarak tiga jam dari Los Angeles.

Desainnya sendiri memiliki konsep ‘Starburst’ atau percikan bintang hasil rancangan arsitek sekaligus digital artist asal London, James Whitaker. Menurutnya ide membangun ‘Starburst muncul saat ia sedang berkendara bersama seorang client yang memiliki 36,5 hektar lahan di wilayah Joshua Tree Desert. Salah seorang clienttersebut kemudian berkata “Kau tahu bangunan apa yang bagus dibangun dilokasi ini?”. Client tersebut lalu membuka Pinterest dan memperlihatkan sebuah foto Hechingen Studio, sebuah bangunan kantor yang terbuat dari tumpukan container hasil rancangan Whitaker beberapa tahun lalu.
Desain Hechingen Studio, 2010. karya James Whitaker
Hechingen Studio termasuk kantor yang dibangun dengan biaya rendah dan berada di Black Forest, Jerman, diluar kota Hechingen. Studio ini merupakan kantor milik sebuah perusahaan iklan di jerman sejak tahun 2010.

Idenya cukup sederhana, yakni dengan menumpuk beberapa container seperti yang biasa kita lihat di pelabuhan. Namun saat itu, Whitaker berpikir ia harus membuat desain lain yang beda dengan model dinamis sebuah kantor perusahaan iklan.

Unit hunian The Joshua residence akan menggabungkan beberapa container dan rencananya akan dikerjakan oleh tenaga ahli yang juga mengerjakan proyek “Mirage”, sebuah bangunan berseni karya Doug Aitkenyang berada di Coachella Valley, yang pada dasarnya mengambil bentuk rumah peternakan yang diseluruh permukaannya ditutupi oleh “cermin kaca”.

“Setelah seluruh container dipotong dan disatukan, langkah berikutnya ialah pemasangan lapisan insulasi dan papan penutup,” ujar Whitaker.

Untuk interiornya, container tersebut nantinya akan menampilkan angle dengan viewmenawan yang bisa dinikmati dari pusat bangunan. Jadi saat kita memasuki rumah, kita bisa melihat sekeliling luar bangunan hanya dari bagian tengah ruangan melalui pintu-pintu kamar yang sudah dibuka.

Kompleks hunian itu didukung pula dengan solar panel yang diaplikasikan pada canopy di area parkir, termasuk sebuah deck kayu yang dirancang agar terlihat menyatu dengan pegunungan batu yang ada disekitarnya. (MY)

Nah gaes, penasaran dengan bangunan unik yang terbuat dari container ini?, berikut foto desainnya yang dibuat secara digital:









Rabu, 21 Juni 2017

Mengenal Zaha Hadid, Arsitek wanita paling inspiratif di dunia



Zaha Hadid, serta salah satu gedung hasil karyanya
Seorang arsitek ternama yang telah membangun sejumlah bangunan iconik kelas dunia serta menerima banyak perghargaan bergengsi.

Zaha Hadid adalah seorang arsitek wanita asal Iraq yang lahir di Inggris. Ia merupakan wanita pertama yang meraih penghargaan Pritzker Architecture pada 31 Mei 2004. Ia juga meraih Stirling Prize, penghargaan tertinggi di Inggris pada bidang Arsitektur dan menjadi wanita pertama yang dianugerahi medali emas kerajaan bidang arsitektur oleh Royal Institute of British architects.

Beberapa waktu lalu, Google memberikan penghormatan khusus kepada Zaha Hadid dengan menampilkan gambar kartun beliau beserta salah satu sketsa gedung hasil karyanya pada tampilan mesin pencari Google dengan tagline “Sosok yang mencuri perhatian dunia dan mempu memecahkan langit-langit kaca”.
Kartun Zaha Hadid yang sempat muncul di laman utama Google
Catatan tambahan kalau tahun ini Google rencana juga akan menampilkan arsitek ternama Hassan Fathy dan Fazlur Rahman Khan di halaman utamanya.

Awal Karir
Zaha Hadid lahir dikeluarga terpandang di kota Baghdad pada masa-masa terakhir kerajaan Hashemite. Ia tumbuh besar pada masa pasca serangan tiba-tiba oleh tentara militer pimpinan Brigadir Jenderal Abdul Karim Qassimdimana setelahnya, Hadid meninggalkan Beirut untuk melanjutkan studinya di jurusan Matematika lalu kemudian pindah lagi ke London untuk belajar Arsitektur.

Hamid Dabashi sempat menulis “Hadid mengingat semua hal yang baik dan indah dari kampung halamannya...dan dengan kenangan tersebut ia membuat mahakarya disetiap sudut kota diseluruh negara yang ia kunjungi”.

Pada 1979, Zaha Hadid mendirikan kantor pribadinya di London, bernama Zaha Hadid Architects. Meski ia satu-satunya wanita diantara banyaknya pria yang bekerja dibidang arsitektur, tapi ia memiliki keinginan kuat mendobrak batasan dalam bidang desain.

“Saya tidak pernah memanfaatkan status saya sebagai seorang arsitek wanita,” ujarnya dalam sebuah wawancara oleh majalah Icon, “tapi jika hal itu mampu menginspirasi wanita muda untuk tahu kalau mereka mampu memecahkan batasan yang ada. Saya sih, tidak keberatan.”

Seniman yang mampu mengubah wajah arsitektur modern ini memanfaatkan landscape sekitar sebagai inspirasi karya-karyanya. Oleh karena itulah, Zaha Hadid kemudian dikenal atas desain neofuturistic-nya.

Garis dan sudut-sudut tajam dari desain Stasiun Vitra Vire yang ada di Jerman terinspirasi oleh kebun anggur disekitar gedung. Demikian juga dengan atap bangunan London Aquatic Center yang terinspirasi oleh bentuk gelombang air.

Organsasi Chicago-based Architecture Prize, mengatakan “Ia adalah seorang pelopor sejati dibidang arsitektur. Dia telah mewakili aspirasi tertinggi dari penghargaan Pritzker Architecture”.

Hadid diberitakan tiba-tiba meninggal dunia  akibat serangan jantung pada 31 Maret 2016, disebuah rumah sakit di Miami, Florida, Amerika Serikat dengan beberapa proyeknya yang masih belum rampung. Ia juga merupakan orang yang berada dibalik desain Stadion Al Wakrah, yang akan digunakan untuk Piala dunia Qatar 2022.

Nah, berikut ini beberapa gedung hasil karya Zaha Hadid:
Galaxy Soho Building, di Beijing saat pertama kali dibuka

 
Giangzhou Opera House, di Cina karya Zaha Hadid
 
Gedung Heydar Aliyev Center, di Baku - Azerbaijan
 
Eksterior gedung Heydar Aliyev Center, Baku - Azerbaijan pada 18 Juni 2015
 
Tampak Atas Olympic Park memperlihatkan London Aquatic Center dan Arena Polo Air
 Sumber: Al Jazeera News

Rabu, 14 Juni 2017

Berada diketinggian, berikut 8 Rumah Pohon paling Unik di dunia


Rumah pohon unik yang ada didunia

Ada berbagai macam rumah pohon yang ada didunia, dan kebanyakan dibedakan berdasarkan peruntukannya. Ada yang difungsikan sebagai rumah bermain bagi anak-anak, tempat menyendiri bagi orang dewasa, bahkan diawal tahun 1500-an, rumah pohon juga difungsikan sebagai wahana taman bermain bagi penduduk di Italia.

Penulis literatur arsitektur ternama, Philip Jodido, menulis sebuah buku tentang rumah-rumah kayu paling spektakuler yang ada diseluruh dunia, dari yang dibuat oleh arsitek terkenal hingga buatan pengrajin lokal. Buku karyanya itu ia beri judul: “Tree Houses: Fairy Tale Castles in the Air.”

Jodido menuliskan bahwa "Rumah Pohon yang ada dibuku ini menggambarkan sejarah mengenai bangunan atau gedung, yang bahkan sudah dimulai sebelum sejarah itu dicatat.”   

Sesungguhnya, Konsep rumah pohon dalam buku ini membahas mengenai akar dari rumah-rumah yang  ada saat ini, yang sudah dimulai sejak abad pertama.  Lanjut ke beberapa ribu tahun kemudian, ditampilkan pula desain gambar rumah dengan konsep pedesaan yang berada diudara, karya desainer industrial, BenoĆ®t Fray, yang rencana akan dibangun di pegunungan Alpen.
Cover buku “Tree Houses: Fairy Tale Castles in the Air.”
Ada sekitar 50 desain yang ditampilkan dan masing-masing berbeda desainnya. Menurunya, jika anda berencana akan membangun rumah pohon, maka langitlah batasan anda.

Oke gaes,berikut 8 rumah pohon spektakuler yang bisa kita jumpai dibeberapa negara didunia versi buku karya Philip Jodido:


1.    UFO Tree Hotel, karya  Inredningsgruppen (Harads, Swedia).
UFO Tree House
Rumah pohon yang ada di Swedia ini sebenarnya adalah bagian dari Harads Tree Hotel. Struktur gedung yang simpel dan ringan ini dinamakan UFO Tree Hotel karena bentuknya yang memang mirip UFO.

2.    Hapuku Lodge, bagian dari Hapuku Lodge Tree Houses (Kaikoura, Selandia Baru)
Hapuku Lodge Tree Houses, Selandia Baru
Dilengkapi jendela kaca dan beberapa struktur rumah tradisional, banyak yang beranggapan kalau lima bangunan Hapuku Lodge yang berada di Selandia baru ini, tidak qualified. Struktur bangunannya terbuat dari kayu asli dan atap sirap tembaga, yang keseluruhannya dibangun diatas pohon.

3.    Teahouse Tetsu, karya Terunobu Fukimori (Hokuto, Jepang)
Teahouse Tetsu, Jepang
Dikelilingi oleh pepohonan bunga sakura, Teahouse Tetsu, karya Terunobu Fukimori, ini terlihat seperti rumah yang tiba-tiba muncul dari dunia lain. Perancang rumah mungil itu mengatakan “Rumah pohon itu, lebih terlihat sebagai rumah untuk orang kerdil atau kurcaci”.

4.    Mirrorcube Tree Hotel, karya Tham & Videgard Arkitekter (Harads, Swedia)
Mirrorcube Tree Hotel
Berada didalam hutan belantara Swedia Utara,  Mirrorcube Tree Hotel memiliki struktur bangunan yang keseluruhannya ditutupi oleh kaca cermin. Rumah pohon yang memiliki view 360 derajat ini dirancang oleh Tham & Videgard untuk hotel Brittas Pensionat yang tidak jauh dari lokasi rumah pohon.

5.    Yellow Tree House Restaurant, karya Pacific Environments Architects (Warkworth, Selandia Baru)
Yellow Tree House Resto
Bangunan Restoran ini memiliki luas 44 meter persegi dan menutupi sebuah pohon redwood di Warkworth, Selandia Baru, setinggi 40 meter. Ide konsep rumah pohon ini, menurut Peter Eising, ialah supaya mudah dalam menemukan produk dan jasa yang ada dalam buku Yellow Pages.

6.    Casa na Arvore, karya Richard Brunelli (Sao Paulo, Brazil)
Casa na Arvore, Brazil
Richard Brunelli merupakan kontraktor rumah pohon nomor satu di Brazil. Ia membangun rumah pohon ini dengan menggunakan kayu mahoni dan pohon jati.

7.    Nicko Bjorn Elliot Tree House (Toronto, Kanada)
Rumah pohon yang berada di Toronto, Kanada
Ditopang oleh tiga tiang dan berdiri diatas sebuah pohon pinus, rumah yang memang diperuntukkan untuk anak kecil ini dirancang oleh  Nicko Bjorn Elliot, di Toronto. Rumah pohon ini juga dilengkapi dengan satu tiang untuk meluncur turun kebawah, seandainya jika kita ingin segera turun dari rumah.

8.    Bialsky Tree House, karya Pete Nelson dan Michael Ince (New York, Amerika)
Rumah kayu ini terbuat dari kayu bekas
Menurut perancang rumah pohon ini, Pete Nelson, “Lebih mirip rumah jangkung daripada sebuah rumah pohon”. Nelson membangun rumah tersebut bersama seniman Michael Ince dari material kayu bekas yang memang diperuntukkan untuk rumah anak.

Well,semoga beberapa rumah pohon diatas, ada yang bisa kita jadikan inspirasi untuk membangun rumah masa depan kita sendiri. Someday.(MY)