Minggu, 16 Januari 2011
SENYUM, SENYUM DAN SENYUMAN......
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Dalam berkata-kata, Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menggunakan jawami’ul kalim, yaitu ringkas kalimatnya, namun padat isinya. Perkataannya tanpa dilebih-lebihkan dan dikurang-kurangkan, pendengarannya mudah mengingat dan menghafalnya. Suaranya cukup keras dan amat indah tekanannya.
Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam tidak berbicara, melainkan dalam hal yang perlu-perlu saja. Baik dalam keadaan gembira atau marah, tidak ada kata-katanya itu selain yang haq dan benar. Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan orang-orang berbicara yang tidak baik isinya. Apabila sesuatu itu kurang sopan didengar, namun tidak diperkenankan tidak harus dikatakan, maka Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menggunakan kata-kata sindiran atau kinayah.
Apabila Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam selesai berbicara, barulah sahabat-sahabatnya itu sama bercakap-cakap antara yang seorang dengan lainnya, tidak seorang pun yang berani membantahnya dalam percakapan, dan Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat dan petunjuk dengan sungguh-sungguh.
Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam amat banyak SENYUMNYA, banyak pula ketawa dihadapan sahabat-sahabatnya. Kadang-kadang Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam menampakkan keheranannya di waktu sahabat-sahabatnya berbicara, bahkan kadang-kadang mencampuri pembicaraan mereka. Dalam ketawanya, kadang-kadang sampai terlihat gigi serinya. Sahabat-sahabat Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam, apabila ada dihadapannya, ketawa mereka itupun hanyalah TERSENYUM karena mengikuti sikap Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam serta menghormatinya.
Apabila ada suatu bencana yang sedang menimpa diri, Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyerahkan urusan itu dengan mendasarkan kepada kekuatan dan upaya Allah, serta memohon turunnya petunjuk dari pada-Nya, Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan : “Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail dan Israfil, Maha Pencipta semua langit dan bumi, mengetahui yang gahaib dan yang terang. Engkaulah yang menghukumi antara sekalian hamba-Mu dalam apa saja yang mereka perselisihkan. Berilah saya petunjuk tentang mana yang hak (benar) dari apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus”.
Senyuman itu merupakan ibadah karena orang lain menjadi senang, tenteram, dan damai . Senyuman sangat bermanfaat pada dirinya sendiri dan orang lain. Senyuman itu pertanda orang berakhlak baik. Senyuman itu memberikan arti tersendiri, namun senyuman sinis akan menjadikan rasa kesombongan. Semua orang butuh akan senyum, senyum dan senyuman.
Dari Anas, ia berkata, “Ketika pada suatu hari Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam berada diantara kami, tiba-tiba beliau tidur sesaat, kemudian mengangkat kepalanya sambil TERSENYUM. Maka kami berkata, “Apa sebabnya engkau TERSENYUM, ya Rosulullah?”. Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Telah turun kepadaku sebuah surat, kemudian beliau membaca : ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (Al-Kautsar ayat 1-3). Kemudian beliau bersabda, “Tahukah kalian apakah Al-Kautsar itu?”. Kami menjawab, “Allah dan Rosul-Nya lebih tahu”. Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah sebuah sungai yang dijanjikan kepadaku oleh Tuhanku dan didalamnya terdapat banyak kebaikan. Ia adalah telaga yang didatangi oleh umatku pada hari kiamat. Gelas-gelasnya sebanyak bintang di langit. Tiba-tiba ada orang yang diambil dari situ. Maka aku berkata, “Ya Rabb, ia termasuk umatku”. Kemudian dijawab, “Engkau tidak tahu apa yang dilakukannya sesudah engkau tiada” (HR Muslim).
Dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwasanya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telagaku sejauh perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih daripada perak dan baunya lebih harum daripada misik. Gelas-gelasnya sebanyak bintang di langit. Barangsiapa yang haus dan minum dari situ, ia tidak akan haus selamanya” (HR Bukhari).
Dari Tsauban bahwasanya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku berada di dekat sebuah telaga menghalau orang-orang. Kupukul dengan tongkat hingga mereka pergi”. Kemudian beliau ditanya tentang lebarnya. Beliau menjawab, “Dari tempatku sampai ke Oman”. Dan saat beliau ditanya tentang airnya. Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ia lebih putih daripada salju dan lebih manis daripada madu. Ada dua pancuran dari syurga, yang satu terbuat dari emas dan yang satunya terbuat dari perak” (HR Muslim).
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kautsar adalah sebuah sungai di syurga yang kedua tepinya dari emas, salurannya dari mutiara dan yaqut, tanahnya lebih harum daripada misik, airnya lebih manis daripada madu, dan lebih putih daripada salju” (HR Tirmidzi).
Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di saat aku berjalan di syurga, tiba-tiba kulihat sebuah sungai di syurga yang kedua tepinya berupa kubah-kubah mutiara kosong. Aku berkata, ‘Apakah ini, hai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Al-Kautsar yang diberikan kepadamu oleh Tuhanmu’. Ternyata tanahnya adalah misik Adzar” (HR Bukhari).
Demikianlah yang dapat di sampaikan pada sore hari ini, semoga anda dapat memulai kehidupan yang baru, bersemangat dalam mengarungi hidup ini dan bersemangat berbuat kebajikan …aamiin. Bilahit taufik wal hidayah, Bilahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh (MM 16012011)
Selasa, 21 Desember 2010
Hari Ibu
Hari Ibu di Indonesia
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.[9] Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.
Senin, 20 Desember 2010
kata-kata bijak
Sesuatu Yang Lebih
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.
If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
~ Thomas Jefferson
Hal Kecil dengan Cinta
Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love
~Mother Teresa
Tentang Visi
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb
Hidup Ini Singkat
Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.
Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho
Cara Memulai
Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney
Pikiran Ibarat Parasut
Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.
Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar
Sukses Adalah Perjalanan
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir
Success is a journey, not a destination.
~ Ben Sweetland
Memberi dan Menerima
Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati.
Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.
~ Author Unknown