Senin, 23 Februari 2015

Kisah Sukses, Ingvar Kamprad, Sang pendiri IKEA Group



Ingvar Kamprad, sang pendiri IKEA Group
Kali ini kita akan mengupas kisah sukses, Ingvar Kamprad,  seorang pengusaha sukses dan miliuner asal Swedia yang juga termasuk dalam daftar orang terkaya didunia. Dialah pendiri IKEA, sebuah jaringan toko yang menjual berbagai macam furniture dengan harga yang masuk akal. Ingvar Kamprad dari dulu memimpikan agar semua orang didunia mampu memilki furniture dan peralatan rumah tangga yang bagus.


Masa kecil Ingvar Kamprad
Ingvar Feodor Kamprad lahir pada 30 Maret 1926, disebuah propinsi kecil Smalandiya di Pjätteryd yang sekarang menjadi bagian wilayah Älmhult Municipality, Swedia Selatan. Penulis biografinya sempat beranggapan kalau bakat berdagang yang dimiliki Ingvar adalah bakat turunan. Pada tahun 1897, perusahaan milik kakek Ingvar berada diambang kebangkrutan. Kakeknya tidak mampu lagi membayar pinjaman perusahaan dan akhirnya memutuskan bunuh diri. Akan tetapi, sang nenek ternyata mampu menyelamatkan perusahaan mereka. Nenek Ingvar kemudian mengajarkan ilmunya kepada sang cucu tentang bagaimana menghadapi semua kesulitan dengan keyakinan dan ketekunan. Sang nenek yang bernama Francis, memberikan pengaruh positif tidak hanya pada Ingvar, tapi kepada seluruh anggota keluarga. Ia adalah seorang wanita cerdas namun tetap sederhana.
Ingvar Kamrprad
Menurut rekan  yang bekerja dengan Ingvar Kamprad, Ia adalah seorang ahli pemasaran yang cerdas, orang bijaksana yang jarang melakukan kesalahan. Hal tersebut dikarenakan Kamprad yang selalu belajar dari pengalaman para pengusaha lain diseluruh dunia. Meskipun begitu, Ingvar dulunya sempat menjadi mahasiswa yang drop out. Faktanya bahwa Ingvar sama sekali tak pernah hadir di kampusnya (Ingvar jarang mau berlama-lama di kampus). Minimnya pengalaman di bangku kuliahan digantinya dengan rasa antusias yang sangat besar. Ingvar pernah berujar: “Jika anda bekerja namun kurang antusias mengerjakannya, secara tidak langsung anda telah membuat sepertiga hidup anda sia-sia.

Pengalaman berdagang pertama Kamprad sewaktu kecil ialah saat ia membeli pensil dan korek api dengan harga grosir lalu menjual kembali keteman sekolahnya. Selama bersekolah, Ingvar meluangkan waktunya untuk berjualan, dari jualan ikan sampai kartu natal dan bagi Ingvar itulah sekolah yang sebenarnya. Ingvar tak pernah mengenyam pendidikan dibidang bisnis atau membaca buku tentang marketing, tapi hingga saat ini IKEA Company patut berterima kasih kepada beliau atas pengalaman dan perhatiannya sebagai pendiri IKEA.
Ingvar Kamprad (Kiri) semasa kecil
“Dalam berbisnis, sepertinya saya beda dengan orang kebanyakan. Saat pertama kali mulai berjualan, Bibi saya membantu membelikan 100 kotak korek api di pasar bernama “88 Øre” yang ada di Stockholm. Harga paket korek api itu, 88 øre, dan tante saya tidak pernah meminta uang dari saya. Korek api tersebut lalu saya jual dengan harga 2 hingga 3 øre per buah, malah kadang ada yang sampai 5 øre per buah. Saat itu saya berumur lima tahun, dan saya masih ingat bagaimana rasanya memperoleh keuntungan dari perjualan pertama saya.”

Paling utama – Landasan berdirinya IKEA
Saat beranjak dewasa, Ingvar semakin memperlihatkan jiwa wirausahanya. Disaat anak sekolah lain lagi sibuk di lapangan bola dan pacaran, Ingvar Kamprad malah memikirkan bagaimana cara mengembangkan usahanya. Hingga pada 1943, saat berumur 17 tahun, Ingvar meminjam uang ke Ayahnya dan menambahkannya dengan tabungan yang ia miliki. Lucunya, sang ayah meminjamkan uang karena mengira akan digunakan Ingvar membayar biaya sekolahnya. Setelah uang terkumpul, Ingvar lalu mendirikan IKEA. Nama IKEA sendiri berasal dari inisial nama Ingvar Kamprad (I.K) ditambah dengan huruf pertama, Elmtaryd dan Agunnaryd, nama desa dan pertanian tempat ia dibesarkan. Pada awal usahanya berdiri, Kamprad yang masih remaja memutuskan untuk menjual apa saja. Mulai dari korek api hingga stocking dengan harga diskon. Tapi permintaan paling banyak saat itu ialah produk pulpen.  Di awal tahun 1940-an, saat mereka baru beroperasi di Swedia. Kamprad memesan sekitar 500 pulpen dari Paris, dengan meminjam dana 500 SEK di District Bank (saat itu setara dengan 63 USDollar). Kamprad berujar kalau itu merupakan dana pertama dan terakhir yang ia pinjam di Bank selama hidupnya.

Untuk menarik minat calon pembeli agar datang ke tokonya, Pengusaha muda itu memberikan secangkir kopi dan roti gratis bagi siapa saja yang singgah melihat presentasi produk ditokonya. Luar biasa!, ia tidak menyangka dengan teknik tersebut ia berhasil menjaring lebih dari 1000 pembeli!. Presentasi produk hari itu menjadi presentasi pertama dan terakhir IKEA, dan otomatis setiap pengunjung mendapatkan kopi dan roti gratis. Ternyata hal tersebut memberikan Ingvar ide untuk membuka restoran cepat saji  disetiap toko miliknya, dan alhasil saat ini ada satu restoran cepat saji disetiap toko IKEA.

Furniture – Semua orang butuh!
Selanjutnya, Ingvar sang pengusaha muda mulai tertarik dengan hal yang lagi trend di Swedia: Furniture, yang mana saat itu menjadi barang kebutuhan paling mewah bagi masyarakat. Hingga pada 1948, Ingvar Kamprad menemukan ide untuk beralih ke penjualan furniture, yang nantinya menjadi sumber keuntungan terbesar bagi IKEA.

Guimars Fabriker dari Alvesta, yang menjadi kompetitor utama saat itu, telah lama menjual produk furniture-nya di Kagnuit. Saya melihat iklan produk mereka di koran Agrikultural sehingga kemudian sayapun mencoba peruntungan dibisnis tersebut. Lewat berjualan furniture  itulah, yang awalnya cuma uji coba pasar mengalahkan kompetitor,  malahan mengubah jalan hidupku”.

Setelah mendapat penjual dengan harga furniture paling murah, Ingvar kemudian fokus di usaha pembuatan Jok. Untuk itu, maka tampilan tokonya pun ia rubah dengan menempatkan sebuah meja kopi dan kursi tanpa sandaran lengan. Kursi itu ia beri nama “Root”. Sejak saat itu, setiap barang yang dijual ditokonya ia beri nama dikarenakan Ingvar kurang mampu dalam mengingat angka-angka. 

Pada 1951, IKEA mulai menyebarkan booklet ke seluruh pelanggannya yang ia beri nama ‘IKEA News’. Booklet itulah yang nantinya menjadi cikal bakal lahirnya katalog modern IKEA. Oleh karena segmen pasar yang disasar oleh Ingvar adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah, sehingga ia kemudian memesan furnituremurah ke pabrik furniture lokal. Disitulah ia menemukan konsep usaha yang sangat terkenal: “Lebih baik menjual 600 kursi dengan harga murah daripada menjual 60 kursi dengan harga mahal”.
Katalog pertama IKEA yang dibuat pada 1951
Dalam buku biografinya diceritakan kalau di awal tahun 50-an, Kamprad membeli pabrik kecil tua di Swedia. Disana ia mulai memproduksi furniture murah untuk dijual ditokonya dimana kala itu di Swedia, sangat mustahil ada furniture dijual dengan harga murah karena kayu termasuk komoditi mahal pada saat itu. Oleh karena itulah, tanpa pemberitahuan, para kompetitor Kamprad kemudian memboikotnya. Persatuan Industri kayu dan furniture sangat marah karena IKEA berani memasang harga murah untuk perabot kayu yang kemudian berlanjut dengan penghentian kerjasama dengan semua unit usaha IKEA.

Mungkin bagi sebagian besar pengusaha, kejadian yang dialami Kamprad merupakan sebuah bencana. Tapi tidak bagi Kamprad dan Produk IKEA. Setiap permasalahan dan solusinya akan membawa perusahaan berkembang ke tahap selanjutnya. Walhasil, Kamprad membuat gebrakan baru didunia usaha di Swedia kala itu, yaitu: mulai mencari komponen furniture murah dari penyalur bahan polesan. Begitulah cara pendiri IKEA memulai masa depan perusahaannya dengan membeli komponen furniture di negara dimana bahan tersebut dijual murah.

Showroom furniturepertama IKEA dibuka pada 1953 di  Älmhult, Swedia. Disana, pembeli bisa melihat dan memegang produk IKEA sebelum membelinya. Lima tahun kemudian, sebuah toko berukuran 6.700 M2 dibuka. Saat ini toko tersebut masih bisa kita lihat berada di bawah signboard IKEA. Dahulu perusahaan mempunyai warna dasar merah dan putih namun saat ini IKEA Network dibuat berwarna kuning dan biru yang juga menjadi warna dasar negara Swedia
Ingvar Kamprad, saat pembukaan pertama toko IKEA di Älmhult, Swedia.
Pada masa itu, Ingvar Kamprad bukan lagi sosok anak ajaib dari Småland. Ia kini sudah menjadi seorang pria yang penuh percaya diri, lincah, dan kompetitor hebat, yang kadang metode yang digunakan mendapatkan penghinaan dan kebencian.

Pada awal tahun 60-an, Kamprad melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Disanalah untuk pertama kalinya ia menyaksikan cara kerja sistem penjualan Cash & Carry. Ia kemudian langsung menyukai sistem dagang seperti itu dimana pembeli membayar tunai dan bisa langsung membawa pulang sendiri barang yang dibelinya. Pada 1965, toko IKEA Kungens Kurva seluas lebih dari 31.000 meter persegi dibuka dekat kota Stockholm. Disana, cara penjualan dibuat seperti konsep yang ada di Amerika dengan beberapa perbaikan didalamnya. Pada mulanya, toko dibuka di wilayah pinggiran kota yang biaya sewanya sangat murah dan disana kemudian dibuatkan area parkir yang sangat luas. Langkah kedua, demi mengurangi biaya transportasi, IKEA lalu memesan produk “furniture bongkar pasang”, yang seluruh komponen furnitureditaruh dalam kemasan yang rata. Hal itu menjadikan pengiriman barang menjadi lebih mudah dan murah disamping itu pembeli juga bisa merakit sendiri furniture yang dibelinya. Kamprad menyadari bahwa konsumen lebih senang memasang sendiri lemari dan sofa yang mereka beli, terlebih jika cara pasangnya sangat mudah karena sudah disertai dengan buku manual pemasangan.

Ingvar juga tahu saat itu mobil menjadi barang yang populer di Swedia sehingga masyarakat bisa berbelanja ke lokasi yang lebih jauh. Untuk memancing pembeli berbelanja di IKEA, mereka lalu menjual rak khusus yang dipasang diatap mobil dengan harga murah. Hal itu mendatangkan keuntungan perusahaan dua kali lipat dalam setahun.

Toko IKEA terbesar di Swedia dibangun dan dibuat mirip Museum New York’s Guggenheim, yang menurutnya sangat atraktif. Meski begitu, saat Ingvar Kamprad membuka tokonya, ia tidak memperhitungkan satu hal penting yaitu: kemungkinan adanya rak-rak kosong karena barang yang terjual habis. Bayangkan, 30.000 warga Swedia pastinya ingin membeli peralatan rumah tangga yang harganya sangat murah, bahkan untuk toko sebesar IKEA-pun tidak akan mampu memenuhi permintaan sebanyak itu dimana barang sebagian besar masih disimpan digudang dan belum dibongkar.
IKEA Kungens Kurva (1965)
Menghadapi kondisi seperti itu, Ingvar Kamprad akhirnya memutuskan untuk membuka gudang Self-Serve.Hebatnya, dengan kondisi darurat seperti itu, IKEA berhasil menciptakan konsep baru berbelanja yang nantinya akan mendatangkan keuntungan dimasa depan. Konsep gudang Self-Serve menjadi solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan pembeli di era modern. Saat ini, Semua toko furniture IKEA dibuat dalam bentuk showroom yang memamerkan tidak hanya sofa dan lemari, tapi juga peralatan rumah tangga lainnya seperti: taplak meja, tirai, sprei, handuk dan tempat lilin. Pengunjung juga bisa melihat suasana kamar anak, lalu ada juga 25 konsep ruang makan atau ruang keluarga, dan konsep lainnya di toko IKEA. Dengan konsep tersebut pengunjung bisa membayangkan furniture apa saja yang cocok dengan interior rumah mereka dan mencari perabot yang mereka inginkan di gudang Self-Serve. Selanjutnya pembeli bisa membawa pulang sendiri furniture yang mereka beli yang sebelumnya sudah dikemas rapi, lalu merakitnya sendiri sesuai dengan buku petunjuk yang disertakan dalam kemasan.

IKEA  - Ekspansi usaha ke berbagai negara
Setelah berhasil di negeri asalnya, Swedia, IKEA lalu mengembangkan usahanya keseluruh penjuru dunia. Pada 1963, IKEA memulai ekspansi usaha di Norwegia dan membuka toko pertamanya di Oslo. Sebelumnya pada 1960, IKEA terlebih dahulu sudah menerapkan sistem Quality Control yang membuat produknya dikenal karena kualitasnya yang terbaik dan sudah diakui oleh beberapa jurnal Swedia dengan reputasi bagus. Berikutnya, keputusan membuka cabang lain dilakukan secara spontan. Sebagai contoh, saat Ingvar memutuskan membuka cabang di Switzerland, sebuah negara dengan selera warganya yang konservatif, disamping sudah ada dua produsen furniture lokal yang beroperasi disana. Saat itu Ingvar tengah berjalan-jalan di Zurich, ia tidak sengaja mendengar percakapan sepasang suami-istri. “Kursi yang cantik, ya?” kata si wanita saat melihat ke jendela etalase toko. “Iya, tapi harganya sangat mahal, kita belinya tahun depan saja, ya?” jawab suaminya. Hal inilah yang menjadi dasar dimana pada tahun 1973, IKEA membuka cabang di Switzerland, lalu Australia, Belanda, Prancis, Amerika, hingga sekarang, IKEA mempunyai 338 gerai toko di 40 negara di dunia.
Logo IKEA
Pada 1986, Ingvar Kamprad persiun dari manajemen Group dan menjadi penasehat di induk perusahaan bernama INGKA Holding B.V.  Anders Moberg kemudian diangkat menjadi direktur dan CEO IKEA Group. Pada tahun 1990-an, IKEA Group untuk pertama kalinya memperkenalkan dan mengembangkan sebuah kebijakan tentang lingkungan yang memastikan perusahaan berserta karyawannya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh seluruh aktivitas produksi di perusahaan.

Anders Dahlvig kemudian menggantikan Anders Moberg menjadi Direktur dan CEO IKEA Group. Pada tahun 2000, IKEA menyadari pentingnya internet sehingga menciptakan e-shopping bagi pelanggannya di Swedia dan Denmark. Sejak saat itu toko IKEA meluncurkan layanan belanja online di negara lain.

Ingvar Kamprad telah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Kerstin Wadlingyang memberinya seorang putri bernama Annika Kihibom. Namun istri keduanya-lah yang bernama Margaretha Kamprad-Stennert yang membantunya membangun IKEA. Margaretha meninggal dunia karena penyakit yang tidak diketahui pada 2011 diusia 71 tahun dan memberinya tiga putra: Peter, Jonas dan Mathias.
Peter Agnefjäll, Direktur dan  CEO IKEA Group saat ini
Kedepannya, perusahaan IKEA masih menghadapi berbagai macam kendala, seperti semakin banyaknya kompetitor, contohnya Argos (Italia), Ilva (Denmark), dan sebagainya. Namun Ingvar Kamprad tahu kalau tokonya menawarkan hal mendasar kepada pembeli dimana mereka bisa melihat dan merasakan suasana sebenarnya dari sebuah rumah saat berbelanja di IKEA. Tercatat, Ingvar Kamprad berhasil membukukan kekayaan sebesar 3,8 Milyar USDollar pada November 2014. Direktur dan CEO IKEA Group saat ini, Peter Agnefjäll, yang resmi menjabat pada 1 September 2013, mengakui telah mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman dari para pendiri IKEA.

Nah Guys, demikianlah kisah Ingvar Kamprad sang pendiri IKEA serta sejarah berdirinya IKEA Group, Perusahaan yang bergerak dibidang penjualan furniture dan peralatan rumah tangga dengan harga murah. Semoga kisah diatas bisa memberikan inspirasi bagi kita untuk terus berusaha.  (MY).

Senin, 16 Februari 2015

Ole Kirk Christiansen dan Kisah Inspiratif berdirinya LEGO Company



Pendiri mainan blok LEGO

Kisah inspiratif kita kali ini akan mengangkat kisah sukses seseorang bernama Ole Kirk Christiansen berikut sejarah lahirnya LEGO, sebuah perusahaan mainan terbesar dari Denmark  yang didirikannya. Ole Kirk dikenal sebagai pencipta mainan konstruksi set paling populer di dunia dan berikut ini kisah suksesnya yang penuh dengan perjuangan dan kegagalan yang akhirnya menjadikan ia sukses.


LEGO,merupakan salah satu merek mainan paling terkenal didunia, bahkan sampai mengalahkan Hasbro dan boneka Barbie, tapi tahukah kita kalau  perusahaan asal Denmark itu memulai usahanya sebagai produsen umum produk kayu.  
Ole Kirk Christiansen
Meskipun berawal dari produsen kayu, LEGO mampu tumbuh pesat dimana saat ini banyak perusahaan konstruksi bahkan meniru set konstruksi yang mereka ciptakan. Seth Godin pernah berujar: “Jika produk anda berbentuk replika, maka anda sudah berhasil membuat sebuah mahakarya”

Masa anak-anak yang dimulai dari mainan kayu
Sejarah LEGO dimulai pada 1932, saat Ole Kirk Christiansen (7 April 1891 – 11 Maret 1958) mendirikan The Danish Company yang memproduksi barang untuk keperluan sehari-hari. Ole Kirk lahir di desa Filskov,yang berada diantara wilayah Sonder Ommedan Central Jutland Denmark. Dia salah seorang anak dari 10 orang bersaudara. Ayahnya bernama Jens Niels Christiansen dan ibunya bernama Kirstine (Andersen) Christiansen.

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan Ole sebagian besar terbuat dari bahan kayu, dimana pemasukan terbesarnya  berasal dari penjualan tangga dan papan setrikaan. Akan tetapi permintaan barangnya turun drastis saat terjadi krisis keuangan global.

Dalam situasi seperti itu, Ole mesti segera menemukan cara  guna menyelamatkan perusahaannya, dan jalan keluarnya adalah dengan membuat mainan kayu, dimana permintaan permainan kayu sangat tinggi bahkan di kondisi perekonomian yang sulit pada waktu itu.  Asisten pribadi Ole, tidak lain adalah putranya, Godtfred Kirk Christiansen, yang sudah mulai bekerja dengan ayahnya diusia 12 tahun.
Rumah Pabrik ditahun 1935 (Kiri) dan foto tahun 2005 (Kanan)
Setelah produksi mainannya mulai berjalan, Christiansen mesti mencari nama untuk perusahaannya. Ia lalu memerintahkan seluruh karyawan untuk mengusulkan sebuah nama bagi perusahaan mereka. Hasilnya, ada banyak nama yang muncul, namun Christiansen akhirnya memilih nama yang ia  peroleh sendiri – LEGO, yang berasal dari bahasa Denmark, Leg dan Godt, yang jika disatukan berarti “Terus bermain”. Beberapa tahun kemudian, Ole menyadari kalau arti kata LEGO berarti “menyusun” dalam bahasa Latin. Sayangnya, fakta tersebut nantinya bakalan memberi dampak serius untuk masa depan perusahaan.

Saat LEGO baru mulai berproduksi, hanya ada 7 karyawan yang dipekerjakan dan semuanya berprofesi sebagai tukang kayu yang begitu antusias menciptakan sesuatu yang baru, dan tentu saja mereka peduli dengan kualitas produk. Ole Christiansen punya motto sendiri – “Der bedste er ikke for godt” yang artinya “yang terbaiklah yang pantas”. Kalimat tersebut lalu dicetak dan dipajang didinding diatas ruang karyawan.

Hingga tahun 1936, perusahaan berhasil memproduksi 42 mainan berbeda. Semua mainan tersebut harganya cukup mahal berbeda dengan harganya saat ini. Beruntung perusahaan tidak hanya memproduksi mainan saja, tapi juga produk kayu lainnya.
Gerhardt Kirk Christiansen
Pada 1940, terjadi banyak hal yang ikut mempengaruhi sejarah perusahaan. Pertama, pabrik dan gudang LEGO satu-satunya sempat terbakar. Segera setelah direstorasi, perusahaan lalu memutuskan untuk hanya membuat mainan saja. Saat itu Jumlah karyawan terus bertambah dan mencapai  40 orang ditahun 1943. Hingga setahun kemudian, pada 1944, Ole Kirk Christiansen akhirnya secara resmi mendaftarkan perusahaan yang ia beri nama “LegetOjsfabrikken LEGO Billund A/S”.

Pada 1947, Ole dan Godtfred memperoleh sample “blok bangunan pengunci” dari bahan plastik, produksi Kiddicraft. Model blok bangunan tersebut ternyata sudah dikembangkan dan dipatenkan di Inggris oleh Mr. Hilary Harry Fisher Page, seorang Psikolog anak.

LEGO pun akhirnya memutuskan untuk beralih dari produsen bahan kayu ke bahan plastik. Untuk itu, keluarga Christiansen memutuskan membeli mesin cetak-injeksi terbesar di Denmark, sehingga mereka bisa memulai memproduksi mainan plastik dalam jumlah besar. Boleh dibilang, mesin cetak injeksi itu memaksa mereka membelanjakan uang sebanyak 30 ribu crown, uang yang sangat banyak pada waktu itu, dengan asumsi harga mainan termahal saat itu seharga 36 crown.

Diakhir era 40-an, LEGO berhasil memproduksi sekitar 200 model mainan plastik dan kayu. Akan tetapi set mainan LEGO masih belum terkenal seperti saat ini. Pada 1958, setelah sang ayah meninggal dunia, Gottfried Christiansen yang mewarisi perusahaan kemudian mematenkan desain mainan blok modern. 
Mobil-mobilan kayu, salah satu produk LEGO merk BILOfix
Model blok LEGO yang sudah modern itu, dipantenkan pada 28 Januari 1958, jam 01.58 siang. Sistem desainnya serba baru, dimana susunan blok jauh lebih kuat. Oh iya, guys. Mainan LEGO zaman itu ternyata masih cocok dengan sambungan LEGO saat ini. Cuma baru tahun 2014, LEGO memproduksi mainan selain model blok dengan merk , BILOfix.

Masa depan produk LEGO
Pada 4 Februari 1960, Divisi LEGO yang memproduksi mainan kayu hangus terbakar akibat tersambar petir. Insiden itu merupakan insiden kebakaran kedua yang menimpa pabrik LEGO. Setelah peristiwa itu, perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan produksi mainan kayu dan tetap fokus pada mainan plastik. Setelah masa itu, LEGO berhasil menjual lebih dari 50 jenis paket mainan kebeberapa negara diseluruh dunia. Pada tahun 1962, LEGO mendirikan perusahaan penerbangannya sendiri yang berlokasi di Bellund, Denmark dan sejak itu Paket mainan LEGO mulai diimpor ke Amerika Serikat.
Foto keluarga tahun 1935: Oleg K. Christiansen (atas), Godtfred (tengah), dan Kjeld (bawah)
Tidak dipungkiri bahwasanya, langkah LEGO membuka jalur impor ke luar negeri mendatangkan banyak keuntungan dengan meningkatnya angka penjualan bagi perusahaan asal Denmark tersebut. Dua tahun setelahnya LEGO merilis buku panduan yang berisi tutorial cara membangun blok-blok LEGO sesuai dengan gambar yang ada di paket dosnya, yang mana konsep tersebut menjadi standard paket yang masih berlaku hingga saat ini.

Tidak hanya itu, LEGO juga mulai lebih memperhatikan pembeli mereka dengan menerima berbagai saran dan kritik yang ternyata berhasil memperbaiki kualitas produk mereka. LEGO satu-satunya perusahaan pada waktu itu yang menerapkan pendekatan berbasis pelanggan dan melakukan survey tehadap apa yang dibutuhkan mereka, dan setelah menganalisis masukan dari pelanggan, mereka lalu mengembangkan produk-produk baru. Sebagai hasil dari itu semua, mereka berhasil menciptakan produk terlaris didunia – LEGO Train Set (Paket mainan kereta api).

Sekedar informasi, hingga pertengahan tahun 60-an, ada lebih 500 orang yang bekerja dipabrik LEGO, namun sayang perusahaan belum juga mengalami perubahan drastis.  Pada tahun 1963, selulosa Asetat, material yang awalnya digunakan pada pembuatan mainan LEGO, digantikan oleh material lain, Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS plastic material) yang masih digunakan hingga saat ini. ABS plastic material, bersifat non-toxic, kurang kandungan prone-yang biasanya digunakan dalam pembentukan dan pemberian warna pada mainan, bahan ini juga lebih tahan panas dibanding Selulosa Asetat. Mainan LEGO dari bahan ABS Plastik ini mulai dibuat tahun 1963 dan tetap dalam bentuk dan warna yang sama hingga 40 tahun kemudian, dan tetap masih bisa dikoneksikan dengan mainan LEGO yang diproduksi saat ini.
Mainan LEGO yang terbuat dari ABS Plastic Material
Perkembangan mainan LEGO yang cepat
Berbicara tentang mainan LEGO pada masa itu, dimana banyak orang beranggapan kalau LEGO semata-mata hanya fokus pada produksi mainan konstruksi untuk segmen cowok. Tapi itu tidaklah benar, karena LEGO juga memproduksi mainan cewek dalam berbagai macam jenis. Sebagai contoh, pada tahun 70-an, LEGO membuat “rumah-rumahan boneka” beserta perabot didalamnya. Meskipun begitu, saat ini memang LEGO tetap fokus pada mainan konstruksi untuk konsumen cowok. LEGO tidak bermaksud untuk mendiskriminasi kaum cewek namun faktanya para cowok-lah yang lebih menyukai mainan konstruksi.

Tanggal 7 Juni 1968, LEGO membuka wahana bermain, LEGOLAND, yang dibangun diatas lahan seluas 59 hektar di Denmark. Selama musim pertama dibuka, wahana ini telah dikunjungi 625.000 orang.

Logo LEGO yang sangat terkenal diseluruh dunia, ternyata didesain tahun 1973, dan pada 1974, logo untuk LEGO figures – LEGO family pun dibuat. Paket mainan tersebut ternyata membawa sukses besar bagi LEGO diseluruh dunia. Ditahun yang sama, pabrik LEGO AG di Baar, Zug, Switzerland, pun dibuka, dan disinilah pertama kalinya mainan LEGO dibuat diluar negara asalnya, Denmark (dimana pada 1992, namanya kemudian diubah menjadi LEGO Produktion AG).
Logo LEGO
Pada 1977, LEGO Group dipimpin oleh cucu Ole, bernama Kjeld Kirk Kristiansen. Sejak saat itu, LEGO Group memproduksi bebagai macam set mainan tematik, dimana set mainan tersebut dibuat pertama kali pada 1979 dan diberi nama LEGOLAND-Space. Moment itu lalu menginspirasi tim desainer LEGO untuk membuat ribuan set mainan dengan berbagai macam tema. Tema Luar angkasa merupakan mainan tematik yang pertama dibuat dan menjadi mainan tersukses dizamannya.

Jenis mainan LEGO berkembang dengan sistem yang saling terhubung satu sama lain, namun yang paling utama ialah karena para pembeli  sangat menyukai produk LEGO yang mereka anggap sangat orisinil, atraktif, dan menarik. Pada 1980, para penggemar LEGO mengekspresikan kecintaan mereka dengan membangun menara raksasa setinggi 13,1 meter menggunakan susunan LEGO. Mengagumkan, bukan?. Tapi tunggu dulu, itu belum seberapa!. Pada akhir tahun 90-an para fans juga membuat menara lainnya menggunakan susunan LEGO di Moscow, setinggi 24,88 meter, dan sempat masuk Guinness Book of Record. Hingga pada tahun 2008, mereka membangun lagi, namun kali ini, mereka membangun menara LEGO tertinggi didunia dilokasi Legoland Windsor Theme Park, Inggris. Konstruksi tersebut terdiri dari 500.000 buah LEGO, setinggi 30,48 meter.
Menara yang dbangun dari susunan LEGO sebanyak 500.000 buah pada 2008
Pada tahun 1986, Group LEGO berhasil menjadi pemasok mainan  di Royal House of Denmark. Dan seperti biasanya, gelar yang diberikan oleh pihak kerajaan menjadi iklan paling menarik untuk  perusahaan. Pada 1990-an, permintaan terhadap mainan LEGO meningkat tajam diseluruh dunia, namun bukan berarti tak ada kendala sama sekali seperti yang dialami oleh perusahaan mainan sejenis, bernama ATKO. Meskipun pada dasarnya ATKO Toys memiliki perbedaan dengan mainan LEGO yang asli disamping kualitasnya yang kurang bagus.

Masa Resesi dan bangkit kembali
Pada 2003 perusahaan LEGO mengalami krisis. Mainan konstruksi mereka kurang diminati konsumen seiring dengan maraknya permainan Video Games. CEO baru LEGO, Jørgen Vig Knudstorp, merubah total fokus strategi perusahaan. Ia lalu mengalihkan produksi 19 juta mainannya ke negara dengan biaya produksi rendah serta meluncurkan beberapa software digital design dan games interactiveseperti Star Wars untuk konsol Wii  atau game Online Mars Mission untuk pengguna PC.
Jørgen Vig Knudstorp, LEGO CEO
Game online lainnya dari LEGO Universe mulai dirilis pada 2010. Game ini mengharuskan para pemainnya membangun set mainan LEGO menurut virtual design yang telah mereka buat. “Akan ada lebih banyak lagi hal selain susunan blok dan kotak saja” Knudstorp berujar. “Setiap orang akan menghasilkan ide-ide baru”. Hal inilah yang menjadikan LEGO mengalami perubahan yang dramatis, menderita kerugian 300 juta USDollar ditahun 2004 dan memperoleh keuntungan 280 juta ditahun 2007.

Nah, Guys.Demikian sekilas sejarah mengenai awal berdirinya perusahaan mainan asal Denmark, LEGO. Semoga kisah diatas bisa menjadi motivasi bagi kita dalam menciptakan sesuatu yang baru. (MY).

Rabu, 04 Februari 2015

Jack Dorsey : Kisah sukses Co-Founder Twitter


Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter

Kisah sukses kita kali ini akan membahas sosok Jack Dorsey, seorang pengusaha dan Web-developer asal Amerika. Ia juga dikenal sebagai co-founder dan co-creator dari aplikasi Twitter, sekaligus menjabat sebagai pendiri dan CEO Square, sebuah perusahaan pembiayaan mobile.

Kadang sebuah ide yang tidak disengaja mampu menjadi suatu bisnis raksasa. Sebagai contoh, yaitu sebuah aplikasi dengan nama yang keren: Twitter yang tanpa sengaja diciptakan oleh seorang programmer muda, bernama Jack Dorsey yang awalnya hanya ingin tahu apa yang sedang dilakukan sahabatnya saat itu. Selain itu Dorsey juga menjadi pelopor lahirnya layanan microblogging yang saat ini dampaknya mampu mengubah wajah dunia.


Masa Kecil Jack Dorsey
Jack Dorsey lahir di St. Louis (Missouri, Amerika) pada 19 November 1976. Saat remaja, Dorsey sangat senang dengan komputer dan mampu menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari salah satu versi dari IBM. Saat itu ia bercita-cita ingin membuat peta kota New York secara Live, dimana mobil ambulans, mobil polisi, pemadam kebakaran, Taxi, dan sebagainya, bisa ditampilkan dalam bentuk kumpulan titik yang bergerak. Minat Dorsey terhadap situasi perkotaan berasal dari profesi sang ayah yang sering bepergian. Ayahnya, Tim Dorseyadalah seorang insinyur peralatan medis yang sering bertugas berkeliling keseluruh kota di Amerika. Keluarga Dorsey beberapa kali mesti pindah rumah disekitaran wilayah St. Louis padahal mereka punya tempat tinggal tetap di Denver, Colorado. Dimanapun mereka berdomisili, Jack pasti membeli peta lokasi setempat kemudian ia berkeliling kota hingga larut malam. Ibunya, Marcia Dorsey menganggap kelakuan Jack berbahaya khususnya dari orang yang baru ia kenal.
Jack Dorsey, saat ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia
Hal yang pertama diingat orang dari seorang Jack bahwa ia adalah anak yang pendiam. Jack ternyata dulunya adalah anak yang gagap, makanya ia lebih banyak diam. Dorsey kecil menyembuhkan penyakitnya sendirian setelah sebelumnya cara medis tidak berhasil. Jack selalu mengikuti kompetisi ceramah dan setelah beberapa kali gagal, akhirnya ia berhasil berbicara normal. Sembuhnya ia dari “penyakit” tersebut kemudian  membantunya untuk tetap bertahan di kerasnya kehidupan New York dan San Fransisco.

Menurut sebuah sumber dari asal sekolah Jack, Bishop du Bourg High School di St. Louis, Missouri, bahwa Jack sama dengan kebanyakan murid pada umumnya: ikut bergabung di klub tennis, gemar menggambar dan menyukai sejarah kesenian, berpartisipasi di surat kabar sekolah dan tentunya ia salah satu anggota club komputer yang akhirnya menjadi kegiatan favoritnya, meskipun tidak seantusias Bill Gates atau programmer terkenal lainnya. Intinya, Jack dulunya adalah anak yang berbakat.

Jack Dorsey melanjutkan studi di Bishop du Bourg High School, Saint Louis, Missouri
Menurut Jack Dorsey, ia mestinya bisa jadi seorang ahli perencanaan kota tapi impian masa kecil merubah jalan hidupnya. Awalnya ia memindahkan jalanan yang ada di peta ke format digital kemudian dengan menggunakan papan buletin elektronik (Sistem papan buletin merupakan  model prototype internet) ia lalu menempatkan objek-objek bergerak ke peta digitalnya. Hasilnya sebuah model miniatur kota sesungguhnya. Pengalaman pertama Jack dibidang programming dilakukan saat ia berusia 14 tahun. Ia berhasil membuat program untuk layanan taksi dan pemadam kebakaran. Konon awal mula ide pembuatan twitter muncul saat Jack mendengar para pengemudi taxi saling berkomunikasi tentang posisi dan apa yang sedang mereka kerjakan. Namun beberapa berpendapat kalau ide twitter lahir dari impian Jack sejak kecil.

Jack pernah berkata: “Aku rasa pekerjaan seorang kurir  seperti sihir, aku biasa melacak jalur-jalur yang dilalui oleh seorang kurir dari satu tempat ke tempat lainnya diseluruh dunia. Menjemput barang dirumah pelanggan, membungkusnya, kemudian mengantarnya ketujuan”


Intern, Tukang Pijat, Programmer
Pada musim panas 1991, Jack bergabung di perusahaan Mira Digital Publishing. Suatu ketika Ia tiba-tiba masuk keruangan boss-nya, Jim Makkilvi untuk membicarakan proyeknya yang sangat penting. Jim berjanji akan membahas proyek Dorsey nanti, tapi seperti biasa, Boss-nya ternyata lupa dan malah melanjutkan pekerjaannya yang lain. Sayangnya Dorsey ternyata dengan sabar menunggu sang boss beberapa jam setelahnya. Beberapa minggu kemudian Jack Dorsey yang masih remaja itu, memimpin sebuah tim programmer yang sebagian besar berusia 30 tahunan. Beberapa karyawan penasaran kenapa bisa seorang anak muda menjadi pemimpin sebuah proyek. Makkilvi lalu menjawab: “Dia Cuma asisten internal saat musim panas”.

Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah St. Louis, Jack Dorsey melanjutkan studinya di Missouri University of Science and Technology, akan tetapi dua tahun kemudian ia memutuskan hijrah ke New York, kota impiannya sejak kecil. Kesukaannya pada kondisi perkotaan nantinya akan menjadi penemuan yang lebih besar dibanding sekedar hiburan semata. Nah, saatnya bagi Jack untuk mewujudkan aplikasi impiannya sejak kecil menjadi kenyataan, dimana orang-orang bisa saling berkomunikasi dan memberitahukan tentang apa dan dimana mereka berada sekarang?. Pertanyaan “Apa yang sedang terjadi?” – menjadi kunci terciptanya aplikasi twitter.

Dispatch Management Services Corp (DMSC), selanjutnya menjadi perusahaan dimana Jack bekerja. Dalam buku biografi Jack Dorsey diceritakan kalau ia dengan mudahnya membobol sistem keamanan website perusahaan dan mengirimkan email kepada Top Manager DMSC, Greg Kidd dengan merekomendasikan catatan bagaimana cara menambal celah jaringan, oleh Dorsey. Meskipun ada resiko Dorsey akan ditahan atas peristiwa itu, nyatanya ia malah direkrut oleh perusahaan tersebut. Disanalah Jack kemudian belajar mengenai layanan Short Message Service (SMS), sekaligus mengembangkan program baru yang memungkinkan ia mengetahui pergerakan setiap orang secara real time.

Selama beberapa tahun, Dorsey mengerjakan proyek software untuk taksi dan mobil ambulans. Ia juga berperan penting pada acara promosi program terbaru dari Greg Kidd, bernama dNet.com. sayangnya, setelah sistem dot-com melambung di tahun 2000, proyek tersebut gagal dan Dorsey akhirnya diberhentikan. Setelahnya, Dorsey menjadi pekerja Freelance selama hampir lima tahun dan sempat ikut kursus pijat terapi.

Dorsey selanjutnya bekerja di Odeo Company, perusahaan spesialis startup internet, yang berlokasi di Silicon Valley, San Fransisco. Perusahaan ini dikepalai oleh programmer dan pengusaha berbakat, Evan Williams, yang sebelumnya pernah bekerja bersama Sergey Brin di Google. Pada tahun 2006, Odeo mulai mengalami krisis keuangan, dan juga permasalahan ideologi. Evan lalu membagi timnya menjadi beberapa group dan mesti membuat terobosan produk baru. Hingga pada suatu hari, saat berada ditaman bermain sambil menikmati fast food meksiko, Jack Dorsey mengemukakan idenya tentang sebuah program yang memungkinkan orang bisa menyampaikan apa yang mereka pikirkan secara online. Inilah awal mula layanan SMS diperkenalkan ke pasar Amerika. Lucunya, disaat remaja Eropa sudah saling SMS-an dengan temannya, Amerika, yang notabene negara hi-tech, baru mencoba layanan ini.

Jack lalu bermaksud memakai layanan SMS untuk mengirim pesan melalui program khusus yang mampu menyebarkan SMS keseluruh daftar teman yang ia punya (meskipun layanan ini dibatasi maksimal 140 karakter). Butuh dua minggu bagi Dorsey dan rekannya menulis kode hingga menghasilkan program bernama Twitter beserta logo burung berwarna biru.

Saat remaja, Jack Dorsey sudah memiliki banyak ide yang ditulis dibuku catatannya. Untuk mewujudkan semua ide tersebut, diperlukan tidak hanya sumber dana tapi juga waktu yang memadai. Bertahun-tahun kemudian, buku catatannya itu masih tersimpan diantara tumpukan kardus dilemarinya.

Dunia tidak akan mengenal yang namanya twitter, jika seandainya waktu itu Jack tidak membersihkan kamarnya, dan menemukan buku catatan yang berisi ide-ide briliannya.

Setelah membaca buku catatannya, dan menyadari kalau tak satupun ide dalam buku itu yang sudah terwujud, Jack kemudian bertekad untuk mewujudkan semua idenya itu.

Jack ingin membagi idenya itu kepada teman-temannya akan tetapi mereka semua berada di tempat yang berjauhan. Alangkah bagus, jika teman-temannya itu bisa membaca ide yang ia punya, pikirnya. Inilah awal mula terciptanya twitter, yang dibuat Jack dan temannya selama dua minggu.


Tweet Pertama
Kicauan pertama yang muncul dilayanan microblogging, Twitter, terjadi pada 21 Maret 2006 dimana Jack Dorsey menulis “just setting up my twttr” pada akunnya. Sedang untuk versi publik, layanan twitter muncul pertama kali pada Juni 2006.

Awalnya, warga Amerika beranggapan kalau twitter tidak menarik. Bahkan Evan Williams sempat membandingkan twitter dengan es krim. Keduanya sama-sama enak tapi  tidak berguna. Sebuah kejutan, saat itu Odeo membuat program dukungan kepada para programmer muda dengan sumbangan dana. Kurang dari sebulan sejak Twitter diluncurkan pertama kali, dimana saat itu Jack pusing bagaimana caranya memperoleh dana dan bertahan sebagai perusahaan terpisah. “Kami tidak punya cukup waktu untuk menganalisis kondisi saat itu, ketika tiba-tiba kami mendapat kiriman undangan sarapan pagi”. Dorsey menambahkan- “Kami lalu bertemu langsung dengan penyandang dana di hotel San Fransisco. Kemudian terlibat percakapan singkat tapi produktif dan saat kami kembali ke kantor 30 menit kemudian, kami mendapat kiriman email hasil scan Cek senilai setengah juta dollar”.
Fred Wilson
Fred Wilson-lah, orang yang tidak hanya menawarkan diri sebagai sponsor tapi juga sebagai Strategic Consultant bagi Twitter. Meski jadwalnya sangat padat, Fred selalu menyempatkan diri untuk memberikan saran dan masukan. Ditambah lagi, strategi yang ditawarkan tidak hanya fokus  pada Kondisi global tapi juga detail terkecil terhadap penggunaan Twitter. Setiap sponsor baru datang dengan bermacam pertanyaan dan permintaan, namun hal itu malah membantu Fred  untuk memahami ide dan pemikiran tim-nya. Hasilnya, Fred tidak hanya mendukung Twitter dalam hal finansial, ia juga membantu keberhasilan manajemen di Twitter.

Pengembangan Twitter
Dengan semakin berkembangnya teknologi smartphone, menjadikan proses berkirim pesan via internet lebih mudah dibanding via SMS. Menurut survey SimilarWeb analytics tool, Twitter mempunyai 2,2 juta kunjungan tiap bulannya. Popularitas Twitter semakin tersebar luas saat diselenggarakannya Southwest Film Festival 2007, saat itu karyawan perusahaan memasang dua layar yang menampilkan pesan real time dari pengguna twitter. Dengan event itu, para pendiri Twitter berani meningkatkan jumlah tweet dari 20.000 ke 60.000. Setahun kemudian, dibulan Mei 2008, miliaran pesan berhasil terkirim lewat twitter. Perusahaan mulai mengembangkan twitter dan berhasil membukukan keuntungan pasar sebesar 1,5 miliar Dollar.

Peluang untuk berkirim pesan secara langsung ke jutaan orang diseluruh penjuru dunia lambat laun mengubah twitter menjadi senjata politik yang berbahaya. Sebagai contoh, di Iran, lewat layanan twitter, masyarakat berhasil menjaring aksi gelombang protes hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja. Hal yang sama juga terjadi di Moldova, Guatemala dan Uganda. Pemerintah Amerika Serikat bahkan mengundang Jack Dorsey ke Irak hanya untuk mengajarkan twitter kepada perdana menteri setempat. Ditempat lain, mantan penasehat keamanan Amerika, Mark Pfayfel, bahkan berinisiatif menominasikan Dorsey dan pendiri Twitter lainnya, hadiah Nobel atas andil mereka terhadap masa depan di Irak.

Dengan maksud meningkatkan penghasilan, Evan Williams membujuk Dewan petinggi di Twitter untuk menggeser posisi Jack Dorsey. Hingga pada bulan Oktober 2008, Dorsey digeser dari posisi Executive Director of Twitter dan resmi berhenti dari perusahaannya.
Dick Costolo - CEO Twitter saat ini (2014)
Pada 2010, Evan Williams tidak mampu lagi mengelola Twitter dan menyerahkan posisinya ke Top manager twitter Inc. Lainnya – Dick Costolo yang selanjutnya berinisiatif memanggil kembali Dorsey menduduki posisi sebagai Executive Chairman. Pada bulan Maret 2011, Jack Dorsey memberhentikan empat manager yang ikut berperan mengimplementasikan strategi layanan  dibawah kepemimpinan co-founder, Evan Williams dan Biz Stone.

Kesuksesan Square
Saat ini Jack Dorsey membagi waktunya di Twitter dengan pengembangan usaha baru bernama Square, Inc., yang rencana awalnya akan diberi nama ‘Squirrel’. Nama yang cukup aneh itu konon terinspirasi dari bentuk gadget yang mini sehingga menjadikan sistem pembayaran mobile kartu kredit terlihat kecil. Uniknya, produk yang dihasilkan kemudian sangatlah berbeda: yaitu berbentuk kubus kecil dengan satu pin penghubung disalah satu sisinya. Oleh karena itulah, alat itu kemudian dinamakan Square (Kotak)
Square mobile payments
Dorsey menjelaskan bahwa Square merupakan “alat baca” yang disisipkan lewat lubang headphone pada handphone. Terdapat lempeng magnetik didalamnya yang berfungsi membaca informasi yang ada pada kartu kredit yang dimasukkan di alat tersebut.

Roelof Botha, salah satu direktur Sequoia Capital (perusahaan yang berinvestasi di Square sebesar 27,5 juta USDollar), pada tahun 2011 menyatakan kalau mereka telah mencatat kemajuan yang dibuat oleh Square selama 18 bulan terakhir. Sayangnya, jutaan usaha kecil di Amerika belum menerima sistem pembayaran lewat kartu kredit, dan itu berarti lahan bisnis baru bagi Square. Pada 8 Agustus 2012, Starbucks menginvestasikan 25 juta USDollar ke Square. Sekedar informasi kalau CEO Starbucks, Howard Schultz bergabung sebagai dewan direksi Square. Bagi Square sendiri, menjalin kerjasama dengan perusahaan kopi terbesar didunia lebih berharga dibanding uang itu sendiri, karena dengan begitu dapat lebih memperkenalkan layanan Square ke seluruh wilayah Amerika

Cara Twitter menghasilkan uang
Apa alasan Jack Dorsey gagal menghasilkan uang banyak lewat twitter?, beberapa ahli berpendapat kalau Jack jauh melampaui zamannya. Menurut teori ini, Twitter merupakan produk awal yang kemudian dinamakan Web 2.0. Untuk memudahkannya, penggunaan twitter ditentukan oleh penggunanya, dimana mereka dapat mengirimkan tweet berisi komentar mereka terhadap makan siang yang enak, promosi diri, serta menginformasikan bencana alam lebih cepat dari cara tradisional sekaligus menjangkau banyak audiens. Facebook dan Google Cuma memiliki tools yang terbatas, yang menjadikan kebiasaan penggunanya mudah ditebak. Selain itu, Sosial media memang cocok untuk menghasilkan uang lewat iklan. Dorsey memang tidak ingin perusahaannya fokus menghasilkan uang tapi membuat berita.

Beberapa tahun sebelumnya, Professor dari Stanford University mengatakan kalau Dorsey sebenarnya tidak tertarik menghasilkan uang disebabkan didikan yang diperolehnya sejak kecil. Meskipun dia sudah menjadi orang terkenal namun Jack masih tinggal di apartemen kontrakan dan sering menghasilkan uang untuk berbagai kegiatan amal.

Pada Oktober 2009, untuk pertama kalinya Twitter menghasilkan laba. Dilansir dari majalah BusinessWeek, Dorsey memperoleh 25 juta USDollar dari penandatanganan kontrak dengan Google Inc. Dan Microsoft. Isi Kerjasamanya yaitu: Pesan yang ada ditwitter bisa tampil di halaman Google dan Bing, meskipun Dorsey menolak tawaran dari facebook.

Informasi terakhir menyebutkan kalau Value Shares Twitter meningkat 182% sejak saham perusahaannya melambung di IPO pada 7 November 2013. Saham yang awalnya dibuka diharga 26 USDollar melambung menjadi 45 USDollar di hari pertama perdagangan. Analis berpendapat kalau hal itu disebabkan oleh strategi konservatif yang dijalankan Twitter.
Twitter di lantai bursa IPO
Saat ini, hampir 85% keuntungan Twitter berasal dari iklan online di websitenya. Twitter menawarkan tiga langkah mudah bagi perusahaan atau pribadi dalam beriklan di website mereka: yaitu mempromosikan tweet yang akan muncul di timeline pengguna, mempromosikan seluruh isi akun, atau menjadikannya trending topic.

Rahasia kesuksesan Jack Dorsey
Salah satu kunci kesuksesan Dorsey adalah kerja keras. Ia bekerja sedikitnya delapan jam di Twitter lalu lanjut berkeliling kota selama delapan jam sebagai bagian dari pekerjaannya di Square. Kedua perusahaannya itu cepat sekali berubah dan sangat memerlukan komitmen kerja dari Dorsey. Pertanyaannya. Bagaimana bisa Jack Dorsey punya cukup waktu dan tenaga mengerjakan itu semua?. Jawabannya: Ia menyusun rencana kerja tiap menit dalam satu hari kerja.

Menurut Dorsey: “Satu-satunya cara jika kita harus bekerja selama 16 jam sehari ialah dengan disiplin mengerjakan rencana kerja yang sudah kita buat”.

Berikut jadwal kerja Dorsey tiap harinya:
·         Senin : Rapat dan menjalankan perusahaan;
·         Selasa : Mengerjakan kunci komponen produk;
·         Rabu : memasarkan, menyesuaikan dan mengembangkan;
·         Kamis : Para pengembang dan mitra kerja;
·         Jumat : Fokus ke internal dan budaya perusahaan.

Di akhir minggu, Dorsey merasa hari berjalan sangat lambat. Karena pada hari sabtu biasanya ia berjalan-jalan diluar dan minggu-nya ia mengevaluasi dan menyusun strategi untuk perusahaan.

Pada tahun 2014, Jack Dorsey memiliki harta sebanyak 2,4 miliar USDollar dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Ia saat ini masih single dan bagi Jack, pencapaian terbesarnya saat ini yaitu dengan membangun perusahaan dengan karyawan yang mencintai pekerjaannya.

Demikianlah kisah  biografi dan perjalanan karir Jack Dorsey, semoga kisah sukses sang pendiri Twitter dan Square ini mampu menginspirasi kita semua. (MY)